Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

srikandi


_bongkar-bongkar slide buat uts malah nemu ini_

Abis browsing bahan BHP tentang malnutrisi terhadap elderly. Sesuatu yang sudah lama nempel di pikiran ya namun belum sempat tertulis karena ada hal lain yang sangat urgent harus ditulis yang tak lain dan bukan adalah skr**si. Tapi tugas BHP ini bener2 bikin flashback itu “pop out” dengan kuat.
Tak lain tak bukan tentang salah satu wanita perkasa yang ya kenal, seorang srikandi dan srikandi itu adalah wanita tua yang berumur lebih dari 77 tahun. Ya… Srikandi itu Nenek.
Nenek tabiang begitu beberapa kerabat memanggil beliau, tabiang dalam bahasa Minang berarti tebing, rumah nenek memang terletak agak tinggi, ya seperti di tepi tebing gitu deh. Nenek, dalam ingatan ya adalah seseorang yang ummi panggi l dengan panggilan ‘amak’. Dalam memori masa kecil, nenek adalah tempat paling senang dikunjungi untuk sekadar meminta cemilan atau es. Nenek sejak dulu berjualan di depan rumahnya yang terletak berdampingan dengan SMP. Nenek menjual berbagai macam makanan snack, alat tulis, dan es tentunya hal yang sangat disenangi anak-anak. Ya suka sekali minta es yang dibikin nenek, dan kemudian dimakan diam2 di pekarangan SMP agar tidak ketahuan ummi, dan akhirnya tetap ketahuan karena Wildan adik ya, malamnya langsung flu dan dengan polosnya dia menjawab kalau tadi diajak kakaknya makan es, padahal udah diwanta wanti makan es kali ini adalah rahasia kita berdua dan nenek.
Nenek sangat suka menggelitik cucu2nya dengan menciumi bertubi2 di leher. Itu bukan main gelinya saudara2, sampai sekarang ya merinding mengingat rasa geli itu, dan terekam jelas di benak ya bagaimana senangnya nenek melihat kami kegelian, dan tangan beliau yang sudah keriput sejak saya kecil akan mengelus2 rambut cucunya yang takut akan diciumi lagi. Dengan tangannya yang keriput itu nenek juga suka bercanda mengatakan bahwa ukuran wajah ya saat itu (hingga saat ini) hanya selebar telapak tangan nenek.
Nenek di usianya yang udah nenek2 ketika ya SD tidak pernah lupa hari ulang tahun ya.  setiap hari ulang tahun ya yang entah kenapa tiap tahunnya selalu ketika libur kenaikan kelas, nenek selalu datang  dengan pakaian khasnya menjinjing kresek hitam besar berisi hadiah ulang tahun yang berasal dari dagangannya. Ada buku dan alat tulis lengkap yang jumlahnya selalu bersisa setengah setelah dipakai selama setahun, ada berbungkus2 snack, plus ciuman yang menggelitik itu.
Dimana letak srikandinya? Nenek memang seorang srikandi di mata Yaya.
Berkunjung ke rumah nenek, berarti menambah jumlah neurotransmitter yang akan menyimpan sebentuk sejarah yang dibagi kan oleh nenek dengan suara nenek2nya. Kesempatan libur UAS kemaren yang hanya diberi 1 minggu oleh fakultas ya putuskan untuk pulang. Dengan waktu yang sempit Ummi sudah wanta-wanti agar ya gak kemana2 seperti liburan sebelumnya. Ya gimana gak mau kemana2, teman2 ya kebanyakan tidak ada di kampung, karena kebetulan ya sekolah di lokasi yang agak jauh dari rumah sejak SMP.
Intinya liburan kali ini ya gak boleh kemana2 dan gak boleh kembali jadi kepala suku para bocah2 sepupu yang lusinan dirumah. Pulang terakhir, butuh waktu satu minggu untuk membujuk mereka agar tidak tidur di kamar yaya. Tapi mereka dengan tampang sok bijaknya berkata ‘gak papa kak, kita mau tidur sama kakak sampai musim liburan selesai. Yang masih ngompol udah bawa popok kok’ katanya sambil mengacungkan popok untuk balita yang baru saja dibeli dengan bangga. Alhasil, untuk beberapa malam ya harus berkali2 terjaga karena di tendang dari sisi kiri dan dijadikan guling dari sisi kanan, dilanjutkan dengan mendorong mereka jauh2 dan kemudian mereka akan kembali lagi dalam posisi sebelumnya dalam waktu beberapa menit. Atau terpaksa harus mematikan TV lebih cepat, karena mereka dengan sok nya berkata. ‘gak papa kak, kita biasanya jam 12 masih bisa bangun kok”, sambil memperbaiki guling dan bantal dan bergaya menikmati bioskop transTV yang ya nonton, yang mereka sebenarnya belum mengerti ceritanya. Ya gak mungkin lah ya percaya, orang dianya udah sipit gitu gara2 ngantuk, ditambah lagi, sepupu yang lebih kecil baru aja tidur. Gak mungkin lah ya tetep nonton akhirnya jam 9 pm. Ya ikut tidur dengan mereka. -_-
Nah kenapa jadi cerita tentang mereka?
Lanjut ke nenek…
Waktu2 di rumah adalah waktu dimana pemulihan waktu tidur, waktu makan, waktu untuk memanjakan lambung, tak jarang hari-hari pertama di rumah merupakan hari yang paling menyenangkan untuk bermalas2an. Buat keluar rumah aja magernya minta ampun..  Dan kalau dalam waktu 24 jam ya masih tidak menampakkan wajah ke nenek, besoknya nenek yang akan berjalan ke rumah Cuma untuk melihat cucunya yang belum bertandang ke rumahnya sejak pulang dari rantau. Setiap hal itu terjadi, yang bisa saya lakukan hanya cengar cengir malu.
Liburan yang Cuma seminggu ini dan dijanjikan tidak akan kemana2 terlaksana. Sayangnya, meski ya gak malala kemana-mana, malah ayah ummi yang tiba-tiba sibuk di luar perkiraan, akhirnya selama liburan nenek sering nemenin yaya buat sekedar silaturahim ke rumah nenek yang lain (lho..) atau sekedar ke perkuburan suku yang disana terbaring keluarga2 dekat suku nenek, otomatis juga merupakan suku saya, melayu. Nenek yang emang dari awal memang sudah rajin kesana, jadi makin sering sejak kakek yang saya dan sepupu2 panggil dengan panggilan inyik dimakamkan disana. Inyik beristirahat diapit oleh 2 cucu laki2nya. Yang satu merupakan adik sepupu saya yang meninggal diusia 1 bulan dan satu2nya adik laki2 kandung saya yang meninggal akibat kecelakaan bermotor.
Saat di perkuburan nenek langsung mencabuti rumbut2 yang tumbuh disekitar pusara 3 orang tadi. Otomatis saya jadi ikut membantu, namun malunya saya setelah beberapa menit sudah capek duluan. Berkali2 curi pandang kearah nenek tapi beliau belum terlihat kecapean dan belum ingin berhenti sebelum matahari dhuha hilang.  Duh nek…. Usia saya masih seperempat umur nenek… tapi masih kalah kuat. Saat itulah kepikiran nenek itu wanita paling kuat yang pernah ya temui.
Nenek juga masih kuat ngasuh cucu yang lagi nakal2nya, berlari kesana kemari, masih kuat adu urat sama cucunya yang laki2 dan masih ABG. Porsi makanpun gak ada pantangan sama sekali seperti kebanyakan orang tua lainya, 2 kali lebih banyak daripada saya, masih rajin jalan pagi ke rumah saudara dan hebatnya lagi masih bisa baca koran tanpa kacamata. Gak kebayang betapa sehatnya pola hidup nenek di masa lalu. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

lagi , 48 menit dengan ummi…



Ngomong lewat handphone dalam waktu yang lama, Kebiasaan yang entah sejak kapan muncul, yang penting bukan sejak SMP karena teleponnya masih gantian buat seasrama. Dan sejak di bale, kebiasaan itu berkembang dengan pesatnya, dicurigai sih predispose factor-nya karena sekamar dengan orang-orang yang juga rajin menelepon orang tuanya dengan waktu yang lama. Kalau ada yang sudah asik ngomong dengan ibunya yang nun jauh di pulau sumatera, meski gak selalu tapi lumayan sering kita bertiga jadi sama2 menelpon dengan gaya dan logat masing-masing dengan satu bahasa, BAHASA MINANG, hahaha
Dan kemaren juga begitu, eh gak ding, yang ditelpon yaya sendirian, trus teman yang lagi nemenin makan jadi makan sendiri, sedang yaya makan sama ummi ditelpon… hehe kayaknya terlalu sering begitu deh…
Dan apa yang dibilang oleh Ummi saat itu intinya tentang bersyukur, risk factornya gara-gara ya cerita panjang sebelumnya tentang SOOCA ke ummi, etiologinya ummi emang suka membantu Yaya membuka pikiran lebih luas dengan cara bercerita yang panjanggg dan nyerempet kemana-mana.
Ummi cerita banyak hal, banyaaakkk sekali, salah satunya bersyukur dengan kenikmatan yang udah ya terima selama ini, keberadaan ayah dan ummi.
 Dari kecil ayah dan ummi juga udah sibuk, meski tidak sesibuk sekarang….. tapi lumayan dari kecil udah terbiasa ketemu ayah ummi, sore atau malam dan berpisah lagi paginya. Jadilah sepanjang siang setelah pulang sekolah sampai sore 2 bocah, yang notabene saya dan adik saya mengusai rumah, dengan bertengkar, bermain dan bertengkar lagi, dan diakhiri dengan duduk2 di beranda depan rumah menunggu ummi pulang seperti anak hilang.
Meski begitu ada hal yang ya sadari yang special di masa SD ya. Ayah hampir selalu ada dirumah setiap shalat. Minimal shubuh, maghrib , dan isya’. Selalu menjadi imam tiap shalat. Meski laki2 disunnahkan untuk shalat di mesjid, meski baru saja dinas di luar kota ayah selalu berusaha untuk sholat dirumah, mengimami keluarga kecil kami ,mengajari anak-anaknya untuk sholat, berzikir dan mengenal Allah. Hal ini ya berapa tahun belakangan, ternyata sangat special, tidak semua anak merasakannya. Sejak ya jauh dari rumah. Meski selepas SD ya lebih sering jamaah di mesjid karena emang di asramakan, sholat berjamaah di rumah dengan menjadi salah satu hal yang ya tunggu di rumah.
Saya kecil tidak pernah kehilangan sosok ayah dan ummi karena quality time yang mereka sediakan. Meski ya sadari ayah dan ummi gak hobi jalan-jalan jadi tiap liburan kami selalu menghabiskan waktu buat silaturrahim ke keluarga ayah di padang. soal bermain ke pantai, gunung, danau, atau Rajang (sungai) itu saya dengan adik lebih sering ikut rombongan sepupu2 sekaligus tetangga, berhubung ayah dan ummi lebih suka menghabiskan waktu senggang dengan istirahat di rumah. Ya, baru-baru ini saya sadari, itu adalah liburan yang paling menyenangkan bagi mereka setelah seminggu berkutat dengan segala kesibukan pekerjaan.
Dibalik semua itu, seperti semua anak lainya, bagi mereka orang tua mereka adalah orang tua terbaik di dunia. begitu juga dengan saya, ayah ummi adalah orang tua terbaik. yang menceritakan kisah lucu sebelum tidur, yang mengajari keberanian, ikhlas, syukur, kebahagiaan.
Dan sampai saat ini, mungkin… saya masih my daddy little girl. Masa pas ya bilang ke ayah kalau ntar siang mau main ke kebun binatang, pesan ayah.. ati-ati yo nak, jan paneh-paneh, beko damam. Mau gak mau denger ya meringis sendiri mendengar pesan itu. Merasa seolah diperlakukan kayak anak kecil. (ya iyalah mainnya aja ke bonbin). Padahal menurut slide lecture tahun lalu seharusnya saya  sekarang sudah adult, eh atau masih adolescent ya??  tapi kemudian ya sadar, Meski sangat sering ayah mengajarkan banyak hal untuk menjadi dewasa… mungkin bagi ayah tidak ada yang berubah, ya tetap anak gadis kecilnya yang, tidak boleh digigit seekor nyamuk pun….
TERIMA KASIH AYAH..
TERIMA KASIH UMMI…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

berjuang


(bdg,190112)

“semua orang menjalani hidup mereka dengan cara yang berbeda-beda”
Ada yang susah ada ada yang gampang…
Semuanya hanya berusaha untuk tetap bertahan dengan sebaiknya di dunia ini..
Meski tak nyata , meski tak abadi…
Tapi kehidupan sekarang bagaimanapun caranya harus dilalui dengan sebaiknya…
Dengan menjadi manusia sebaik manusia….
Sebagai apapun itu,
Pedagang tahu brontak yang memikul 2 bakul berat dibahunya…
Berjalan hati-hati menjaga keseimbangannya..
Agar 2 bakul itu tetap sempurna seimbang…
Meski berat, meski tertatih…
Mungkin ada banyak perut yang lapar menunggunya di rumah..
Mungkin ada pensil yang sudah pendek dan tumpul yang  ingin segera diganti…
Dia berjuang untuk itu..
Menahan pegal dan lelah, bahkan terik mataharipun ditantang dengan berani…
Karena itu dia berjuang untuk hidupnya…
Duhai…
Semua orang berjuang untuk hidupnya…
Bahkan bocah sepinggang dengan rambut pirangnya itu pun..
Ikut mencari sekeping receh untuk makanya
Bermodalkan gitar, suara cempreng yang mengesalkan dan mental baja..
Ia berkeliaran di jalan raya…
Mungkin mereka pernah mengeluh…
Kenapa mereka harus hidup seperti ini..
Mungkin mereka pernah mengeluh…
Kenapa takdir memilih mereka untuk menjalani hidup yang berkesusahan
Kenapa bukan mereka yang ditakdirkan untuk duduk nyaman didalam mobil ber-AC itu dan mengutuk kemacetan kota
Bukannya malah menantikan macet itu datang untuk menjajakan koran
Semua keluhan mereka pasti ada jawabannya…
Ada yang menemukannya dan ada yang dibutakan hatinya untuk menerima
Yang pasti manusia memang diciptakan berbeda-beda
Agar kita bisa saling mengenal
Agar kita bisa saling memberi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Taman ilmu di kaki bukit pinggiran kota

Beberapa hari lalu iseng ngutak ngatik timeline sendiri di fb. Ini nih manusia dengam tingkat ke kepoan hampir mencapai 0, jangankan stalking timeline orang lain.. timeline sendiri aja gak disentuh2. Akibatnya banyak pertanyaan, ucapan selamat.ulang tahun dan tulisan2 lain yang mampir ke blog dan membutuhkan jawaban terabaikan begitu saja. Saat sadar hal itu tentu aja merasa bersalah, selain ucapan selamat ulang tahun yang tidak dibalas, apalagi salah satunya dari guru ya jaman sma dulu yang udah banyak banget ngebantu yaya dalam extrakurikuler S3I dulu.
Dan satu lagi komentar dari seorang yang mampir ke dinding akun yaya, sempat membuat neurotranmitter menyampaikan sebuah informasi dalam waktu seperrrrr milidetik. Membuat bayangan2 memori kenangan 8 tahun silam.
 
Setelah 3 bulan mendulang kehidupan di Sekolah Menengah Atas negeri dekat rumah, yang deketnya bikin pengen pulang tiap istirahat yang cuma 15 menit, Ya 'disarankan' untuk pindah ke pesantren. Kata ummi bocah kurus baru lulus SD itu gak mau buat dipesantrenin pada awalnya. Dan sampai sekarang gak ingat apa ya bener2 mau masuk pesantren atau dihipnotis sama ummi, saking blank nya saat itu.

Saat dibarang2 ya dipack ke koper, kayak hampir semua isi kamar ya dipindahin ke koper itu yang akhirnya gak muat di lemari pesantren yang ukurannya segede kulkas satu pintu yang waktu itu tingginya cuma sedagu. Atau saat belanja kebutuhan sehari2 di supermarket, satu trolli penuh buat sendiri hal yang sebelumnya gak pernah terjadi. atau saat masuk asrama yang ruangannya dipenuhi kasur, lemari dan anak2 tak dikenal. Dan kesadaran baru sudi balik ke dalam pikiran saat ekor mobil menjauh dengan yaya yang hanya melihat sendiri dengan ustazah yang sebelumnya pernah ya kenal sebagai murid ayah, tapi tetap saja gak ya kenal sebelumnya. Semua yg pernah diasramain atau ngekos ditempat yang jauh dari rumah tanpa kenal.seorangpun disana, dan saat itu mata ya sempat berkaca2 menahan air mata yang entah kenapa memberontak ingin keluar dan beberapa hari kemudian menyesal sempat berkaca karena diketawain ustazah ketika ditelpon ayah.

Aneh... bener2 serasa orang asing disana. semuanya berbahasa indonesia, padahal biasanya ya pake bahasa minang sehari2 dan senior2 menggunakan bahasa gado2 arab inggris. aneh saat mendengar salawat yang dilantunkan oleh suara2 cempreng anak SMP.
Saat berjalan kemesjid yang pastinya dipenuhi oleh santri bermukena lengkap  melantunkan tilawah, menambah atau mengulang hapalan dengan suara yang keras, seperti yang disarankan oleh Pak Haji, pemimpin ponpes yang baik dan tegas. Profil beliau persis seperti pak haji di komik2, berkopiah berjanggut putih dengan setelan koko berwarna putih lengkap denga sarungnya.

Kelas dimulai setelah ceramah sehabis shubuh selesai, dengan mukena, alquran dan wajah pagi yang ngantuk kita berjalan setengah ngantuk ke ruang kelas. Masih sangat pagi lho saudara2 bahkan terkadang langit masih menyimpan bintang karena matahari masih terlelap.

Setiap pagi memang selalu ada kelas tambahan, seperti belajar percakapan dalam bahasa arab, muhadarah, tahfiz, atau sekedar disemangati secara langsung oleh pak haji. Kadang ketika kami usil dan lagi ngantuk, semua santri tidur dikelas, menutup pintu dan mematikan lampu seolah2 kelas masih kosong pagi itu. dan taktik itu selalu gagal.

Oh ya dipesantren santri perempuan dipisahkan dengan laki2. panggillannya santriwati dan santriwan. Kita gak pernah bertemu kecuali saat acara milad ponpes yang diadakan sekali setahun di salah satu.gedung pertemuan di Padang.
Jadi baik itu ruang kelas, laboratorium biologi, komputer, perpustakaan, kantin, disediakan terpisah dan mesjid hanya mesjid yang digabung tetapi dihijab 2.5 meter.

Saat Yaya masuk kita sekelas berjumlah 12 orang dan suasana dalam kelasnya menyenangkan. Karena setiap kita saling mengenal satu sama lain seperti saudara bahkan dengan ustadz ustadzah pun kita dekat seperti kakak adek. Tidak ada suasana mencekam dengan guru killer yang y temukan di SMA.
Masa' di hari pertama sekelas ngambek sambil munggungin ustadznya selama beberapa detik karena protes Yaya banyak ditanya2 sebagai anak baru.

Dipesantren gak ada senioritas kyak sekolah lainnya. kita tetap hormat, tapi persis seperti pada saudara perempuan kandung, juga bisa berantem seenaknya. Di pesantren itu kayak gak ada beban. Tergambar dari wajah ceria anak2nya, canda tawa mereka. Dan hal itu baru ya sadari ketika bertemu lagi setelah berpisah 3 tahun di walimatul 'ursy seorang kakak kelas di pesantren.

Setiap sore ada muhadarrah berbahasa inggris atau arab. Suatu hal yang meski saat pelaksanaannya tidak terlalu menyenangkan, baik sebagai yang muhadarrah atau yang mendengarkan bagi saya yang gak hobi duduk tenang dan mendengarkan dalam waktu yang lama tapi saat udah gak dipesantren lagi manfaatnya kerasa  banget, misalnya saya jadi lebih biasanya ngomong didepan umum dll deh.
Malamnya sehabis maghrib. Kegiatan dilanjutkan seperti sehabis shubuh sampai waktu isya' masuk. setelah isya' kegiatan mandiri dan lampu dipandamkan pada jam 9.30 dan esoknya hari kemnbali dimulai pada.jam 4 pagi.

Semuanya diatur kecuali pada hari minggu yang paginya goro dulu dilanjutkan dengan kegiatan ekstra biasanya sih menjahit yang prosesnya lamanya kebangetan dr bikin pola sampai selesai pakaiannya udah kekecilan karena saking lamanya.
Semua rutinitas itu menyenangkan bagi saya. Meski banyak yang menyebut nya sebagai penjara suci saking terkurungnya, terpencil di kaki bukit pinggiran kota ( kalo kata teman2 SMA ) dan gak bisa kemana2. Ya sama sekali tidak terpenjara, karena sejujurnya disana jiwa ya bebas, masih banyak hal yang masih ingin saya ketahui di setiap sudut tanah pesantren yang berhektar-hektar itu.

Sabbihisma Rabbikal a'la, Sucikan nama Tuhanmu yang maha tinggi. Semua pengalaman itu terlalu berharga untuk dilupakan. Disana saya belajar tentang pencipta saya, mendalami alquran dan bahasanya, mempelajari manusia dan prilakunya, mengenal alam yang luar biasa. Atas semua itu meski belum ada tulisan tentang pesantren disini ya gak akan pernah lupa pengalaman 2.7 tahun disana.
 
Terkhusus buat sahabat2 ponpes, lewat tulisan ini Yaya kirimkan  terima kasih, salam rindu dan kenangan yang terbentuk dibalik pagar pondok pesantren di kaki bukit itu.

Published with Blogger-droid v2.0.9

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Maaf dan Terima kasih

"Yabo aku perhatiin jarang ya muji orang"

Sore itu kembali terngiang-ngiang komentar seorang sahabat jaman sekolahan dulu dengan logat melayu pontianaknya. Jawabanku saat itu hanya "O ya?" sambil sibuk recall memori di otak, dan setelah itu nyengir tanda setuju.

Dan pernyataan itu masih berlaku sampai sekarang. Soal puji memuji orang saya sama sekali bukan ahlinya. Eh, tapi bukan masalah sombong atau gak, entah kenapa mulut ini jarang banget muji  meski hanya sekedar bilang 'keren', 'bagus', 'hebat'. Sekali-kalinya muji itu pasti benar-benar dari hati.

Kemarenkan ceritanya, habis evaluasi, kesan, saran di akhir kepengurusan. Meski sadar yang banyak salah dan berbagai macam hal lainnya. Apa daya yang tertulis dan terucap hanya evaluasi dan saran lupa minta maaf apalagi terima kasih.

Padahal setau ya, mulut ini pengen bilang terima kasih buat semuanya, buat teteh yang ngajarin buat fokus, disiplin, teratur, tegas bantu mecahin masalah dengan kalem dan bijaksana. Maaf y teh kalau aku sering  kadang-kadang keras kepala kalau diingetin. Atau buat mamah yang selalu lembut kalem dan rempong, suka banget pasang wajah menyemangati dan ngepuk-puk  tiba-tiba padahal lagi gak ngapa2in dan dibalas sewot sama akunya. maaf ya mah, udah beberapa kali sewot begitu (hehehe peace). juga maaf kalau ternyata ya udah jadi taukhty yang buruk, gak ngeh kalo mamah juga lagi rempong dan kerepotan akan banyak hal. Juga buat teman yang selalu nemenin yang satu itu, yang udah jadi controller tiap jiwa dan raga ini udah mulai keluar jalur (eh), pokoknya kalau kata saya ini (tenang, dan istiqomah??) pasti itu keliatanya pas lagi deket2 atul, sejenis dikasih sedasi gitu pake pelototan. Sekaligus partner in crime kalau lagi sama-sama aneh. Maaf ya tul, kalau dibilang sering sradak sruduk yaaa makhluk yang paling sering kena seruduknya ya dia. Bisa keinjeklah, kegencet lah, kelindes lah.

Juga buat Pak ketua yang sering banget gak diwara' sms buat syuro, sering telat, gak ngerjain tugas, atau sering sibuk mainin HP pas lagi syuro. Well, sebenernya ya lumayan banyak salah nih sebagai jundi. Makasi karena gak pernah dimarahin (atau sebenernya pernah tapi gak pernah ngerasa), udah jadi ketua yang baik, selalu berusaha ngelucu biar syuronya gak bosen meski kebanyakan garing. Buat Om partner nya pak ketua (kita seringnya nyebut gitu soalnya kalo jalan berdua, mereka kayak bapak-bapak, sama om-om). Hmm sebenernya merasa gak punya salah sih sama Om yang satu ini. Hehehe kepedean padahal kalo rapat jarang lapor dulu, make sekre, suka nyusahin tanpa sadar lagi nyusahin orang dan susah banget dimintai uang buat bayar jaket, padahal dp doang. Termasuk anggota tim yang sering 'terlihat' galau, meski jarang terlihat raganya kalau lagi syuro. Yang gak pernah ya sapa kalo lagi papasan, padahal satu tim -__-". Trus buat partner di departemen yang meski sering banget miskom, tapi tetep bisa jalan. Ngajarin banyak hal dan selalu berapi-api memotivasi, selalu punya banyak ide tapi kadang gak di follow up (atau sayanya yang gak tau.... :| ). tapi overall keren lah, meski kegiatannya banyak banget, tapi tetep sukses di semua yang banyak banget itu, termasuk di Asy-Syifaa'. (eh nyebut merek)

Ya udah segitu doang sih permintaan maaf dan terima kasihnya, gak usah panjang-panjang juga kali yeee. Capek juga nulisnya. padahal kemaren punya kesempatan diomongin langsung tapi dasar ya gak improntu mikirnya kelamaa. Dan ini deh hasilnya.
by the way..
terima kasih semuanya buat setahun ini. Ya bener-bener belajar buanyakkkk hal..... semoga setiap usaha kita semua setahun belakang diridhoi Allah, dihitung sebagai amal ibadah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bagiku manusia

bagiku selalu menyenangkan memperhatikan gerak gerik manusia. melihat ekspresi wajah mereka yang berbeda2. Melihat mereka berjalan beriringan tapi dengan tujuan yang berbeda atau dipagi hari melihat anak2 berseragam dengan tas besar warna warni dipunggung  berjalan dengan gerombolan mereka. Melihat pegawai-pegawai dengan seragam kantor mereka, dengan tas kantor mereka yang khas. Pedagang yang menggeliat membuka warung. Mobil-mobil yang berjalan dengan pengendara yang entah akan menuju kemana..
Kau pasti sering melihat semua hal tadi.. hal yang sangat biasa bukan? tapi di mata ku itu luar biasa.
dibalik setiap ekspresi wajah itu tersimpan hal2 yang berbeda, sedih, senang, kecewa, berharap. dan dibalik gerakan mereka ada tulang yang digerakkan oleh otot yang mendapat kiriman perontah berupa aliran listrik akibat perpindahan elektron dari sel.ke sel lainnya dalam waktu seperrr.... detik. ada jantung yang berkontraksi seirama, membuat seluruh pembuluh arteri berdenyut. Seiring dengan aliran darah setiap jaringan setiap sel dalam tubuh mendapatkan jatah makanannya masing-masing. Dan lambung ikut berproses mencerna sarapan, dengan enzim2 pencernaan. Memecah dan membentuk molekul baru menghasilkan sumber energi untuk semua aktivitas tubuh.
Otak sebagai pusat dari semuanya sibuk. Menerjemahkan informasi tang didapat oleh pancaindra, mengubah pantulan cahaya pada benda menjadi penglihatan membongkar lemari,memori dan menerjemahkan benda yang tinggi itu sebagai pohon, begitu juga dengan telinga, mata,.hidung dan indra lainnya.
Dan saat semua nya terjadi manusia itu hanya sedang melangkah satu kakinya, tidak merasakan apa2. Tidak heran dengan mobil yang melintas didepan mereka, tidak merasakan betapa nikmatnya udara yang mereka hidup tanpa peduli betapa kembang kempisnya paru2 memompa dan menyaring udara2 itu dalam kapiler2.
Terlalu ribet kan? riweuh kalo kata orang sunda. tapi saat itulah aku bersyukur pada Tuhanku. Dia yang mengatur semuanya agar terlaksana. bukan, hanya satu manusia.. tapi semua yang ada dunia tak luput hewan dan tumbuhan, termasuk makhluk ghaib yang organ tubuhnya ghaib juga.
Dan setiap sel dalam tubuh yang ada saat ini menjadi pengingat setiap aku mulai melupakan kerja keras membuat jantung ini tetap berdetak, mata ini bisa melihat, dan otot ini tetap bergerak.
"dan nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?"

Published with Blogger-droid v2.0.9

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SELAMAT ULANG TAHUN!!

SELAMAT ULANG TAHUN..!!!

aneh memang, tapi tetap tidak bisa mengindahkan keinginan untuk mengucapkan, meski dalam sudut pandang yang berbeda. meski mengerti dengan sepenuhnya tahun ini berbeda, tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selamat hari ulang tahun, ulang tahun yang selalu ya tunggu sepanjang tahun sejak 13 tahun lalu. Tidak pernah sedikitpun ya lupakan. Hari ulang tahun pertama yang ya ingat selain hari ultah sendiri. bahkan hari ulang tahun ayah ummi pun ya baru bener2 ngeh pas udah tahun akhir SMP.

Selamat hari ulang tahun...
Tahun ini tdak ada hadiah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan untuk kedepannya, hadiahnya untuk sata ini dan kedepannya akan selalu berbentuk sama, karena memang tidak ada hal lain yang Dan inginkan di dunia kan?

Selamat hari ulang tahun, kali ini tidak ada doa 'barakallahu fi umurik' karena umurmu sudah stuck di usia 17 tahun.

Selamat hari ulang tahun, adiak kak sayang... semoga Allah menyampaikan bingkisan do'a kak untuak wildan.

(bikin ini sambil dengerin murattal al-insan yang didalamnya ada nama Wildan...:)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

nyamuk

barusan liat nyamuk ngehisap darah teman sampai perutnya gendut dan gak bisa terbang lagi..
alhasil digencet sedikit pake kelingking tanpa perlawanan apa-apa dia langsung musnah tanpa perlawanan.
jadi kalau dianonimkan sama manusia. manusia mau gak mau juga tidak boleh rakus sama nikmat yang ada didepan mata. harus ada batasnya. kebanyakan menikmati hanya akan membuat lupa akan kewajiban yang harus dihadapi. tuh liat aja nyamuk yang tadi, keasikan makan, lupa kalau dia harus terbang ketika ada ancaman. ini boro-boro terbang, berdiri aja dia udah jumpalitan.
sebagai manusia yang udah punya akal pikiran kayaknya terlalu  gak level deh disamain sama nyamuk.
"kebebasan itu ada, bukan hanya omong kosong. seperti kita juga bebas memilih akhir dari cerita kita"

Published with Blogger-droid v2.0.6

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Published with Blogger-droid v2.0.6

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ulang tahun??

entah sejak kapan pemikiran itu muncul.. tapi sekarang bagiku ulang tahun tidak lagi istimewa... bukan karena takut akan pertambahan umurnya.. tapi kenapa hanya 1 kali setahun. bukankah umur bertambah setiap detiknya, setiap harinya. mensyukuri kehadiran di dunia setiap hari terkadang terasa lebih nikmat. mendoakan kehadiran orang2 yang disayangi setiap harinya dan mendoakan agar sepanjang umurnya selalu diberkahi Allah terasa lebih menyenangkan. kenapa harus menunggu 1 tahun untuk menyenangkannya dengan sebuah hadiah dan doa?

namun tetap mengingat hari bersejarah itu sebagai bukti perjuangan seorang wanita yang bertaruh nyawanya hanya untuk melahirkan, untuk mengingatkan bahwa 1 tahun berlalu sudah.. sebagai patok ukur dari apa2 yang harus dan ingin diselesaikan.

Published with Blogger-droid v2.0.6

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Personality Profile of ghaniyyatul khudri

Personality Profile of ghaniyyatul khudri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sms ayah....


Singgalang, Sabtu, 03 Desember 2011
SMS Seorang Teman
Khairul Jasmi

“Assww, hamba tidak sekuat Ibrahim AS, yang ikhlas luar biasa tatkala Allah SWT mau ambil anaknya Ismail yang baik, cakap, saleh dan cerdas. Tapi agaknya pandangan Ibrahim terhadap anaknya mungkin seperti pandanganku terhadap anakku Wildan Mujahidil Khudri. Wildan santun, baik hati, penyayang, penolong, menjaga hati orang lain, saleh, sifat-sifat yang diwarisi dari uminya, istriku tercinta. Dia motivatorku, inspiratorku dan investasi bagiku. ternyata setelah 17 tahun dia bersama kami, dia diambil oleh Yang Maha Memiliki, mudah-mudahan dia jadi investasi akhirat kami, sekarang obsesi tertinggi berkumpul bersama dia di jannah yang tinggi”
Saya lama terdiam setelah membaca SMS, Khudri ini. Wartawan Singgalang dan salah seorang pejabat di Agam itu, baru saja kehilangan anak bujangnya. Ia meninggal dunia, setelah sebuah mobil pecah ban menabrak anaknya yang sedang naik motor.
Khudri menggambarkan kepribadian anaknya dan menyatakan semua itu pantulan dari sifat uminya, ibundanya.
Hari ini, nyaris tidak ada lagi orang memanggil umi pada ibunya. Umi dari bahasa Arab yang berarti ibu. Hari ini, tentulah ibu, mama, mami atau bunda, tergantung mana yang enak menurut keluarga itu.
Saya tidak mengambil kesimpulan bahwa umi atau bunda atau yang lain lebih hebat dari panggilan lainnya. Yang menarik justru saat-saat menjatuhkan pilihan.
Panggilan pada orangtua tidak ditetapkan oleh anak, tapi oleh orangtua itu sendiri, seperti juga nama. Saat menjatuhkan pilihan itu, biasanya terjadi diskusi antara suami dan istri.
Akan halnya anak Khudri yang telah tiada itu, memanggil umi karena diajari sejak kecil. Saya juga diajari oleh umi saya memanggilnya Ummi, hingga sekarang, anak saya pun memanggil Ummi pada umi saya. Seharusnya nenek.
Selain panggilan umi, saya juga lama terdiam oleh beberapa kata dalam SMS Khudri tersebut. Inilah untuk pertama kali saya menerima SMS semacam itu, meski sebelumnya ada juga teman saya kehilangan anaknya.
Ada kesan kuat dalam SMS tersebut, Khudri dengan sigap dan sepenuh hati meyakini semuanya atas kehendak Allah. Dia memang alim, terutama sejak beberapa tahun belakangan. Shalatnya lama, doanya panjang, berbeda dengan saat kuliah dulu, bandelnya minta ampun.
Saat takziah ke rumah duka, saya menyaksikan Khudri tampil sangat dewasa, sesuatu yang membuat saya menjadi kecil tiba-tiba. Istrinya, bukannya berurai air mata, tapi menyesali, bahwa ia tak sempat menghidangkan minuman untuk kami.
Saya menguping, seorang pejabat Agam berbicara. Ketika istri si pejabat menelepon istri Khudri. “Istri dinasihati agar tabah, luar biasa tabahnya dia,” kata si pejabat. Ia kagum atas sikap istri Khudri tersebut.
Saya berpikir ulang tentang sebab-sebab kematian. Ajal memang tak bisa dicampuri oleh siapa pun. Tapi sebab musababnya bisa kita diskusikan. Anak teman saya itu meninggal dunia, karena kecelakaan lalulintas.
Indak dapek sarampang padi
batuang dibalah ka paraku
indak dapak sakahandak ati
kandak Allah nan balaku
Khudri akan ditunggu anaknya di surga. (*)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

wildan mujahidil khudri (versi ayah)







Pulangnya Pemuda Surga; Ketika lahir sendiri (tanpa bidan) 31 Oktober 17 tahun lalu siang pukul 12.00 siang kakaknya Ghaniyyatul Khudri (yaya) meneriakkan kepadaku yang bergegas menuju rumah kami, "yah, adik yaya lah lahia, laki-laki , putih, rancak!" Aku bahagia dan bersykur, setelah ku azankan, aku buka Alquran, kutemui kalimat "Wildan Mukhalladun" terjemahannya Anak Muda Sorga Yang Tetap Muda. Hati ini tergerak mengambil kalimat itu untuk jadi nama putra ku yang baru lahir. Nama itu aku tambahkan dengan Mujahidil, dengan doa dia akan menjadi pejuang kebaikan. Kami didiklah ia dengan penuh suka cita, Wildan tumbuh dan berkembang, kami bertekad anak-anak harus dibekali dengan 'spirit' keilahian. Kami salat berjamaah, nyaris setiap waktu. Tamat Sekolah Dasar Wildan masuk pesantren Sabbihisma, tiga tahun belajar tingkat SMP Islam yang telah menanamkan dasar keilahian, test ke SMA Padang Panjang, namun lulus di SMA Cendekia, tapi Wildan memilih di SMA 2 Lubuk Basung karena sangat ingin berdekatan dengan ayah dan uminya. Selama hampir tiga tahun Wildan bersama kami, hari-hari rutinpun kami lalui, ada ceria, bahagia, ketawa, garah-garah, kadang cemberut bahkan bentakan ayah dan uminya, namun kami mengira Wildan adalah masa depanku, dia investasi kami. Sejak SMP aku sudah melebihan Wildan, masuk 10 besar di kelas IPA, tapi Wildan bukan itu prestasi Wildan yang sesungguhnya. Dia anak yang disukai banyak sahabatnya, walau awalnya aku tidak percaya dia bilang punya banyak 'fans', dia anak yang sopan dan suka senyum, suka menolong dan bersahabat lintas kelas, dia imam salat zuhur dan salat, Wildan sering mengomandoi kawan-kawan untuk salat, entah apa lagi cerita yang disampaikan kepadaku.. Diantara cerita yang mencengangkan adalah, jelang meninggalkan sekolah untuk kekantor camat Lubuk Basung rekam KTP, Wildan menyalami kawan-kawan jurusan IPS sebanyak empat kelas dan kemudian pergi sambil melambaikan tangan , daaag... Wildan Pai Lai Yo....!, Ternyata Wildan tidak pergi begitu saja, dia pamit baik-baik, termasuk dengan aku ayahnya, setiap selesai salat jamaah sebagaimana biasanya, tanganku dicium dan aku membalas dengan mencium kepala sambil memeluk tubuh mungilnya. Namun dua minggu terakhir pelukanku dibalas Wildan dengan pelukan yang penuh arti, terasa nyaman di hati ini... Wildan sayang.. ayah dan umi sangat ikhlas nak.. Allah pasti lebih sayang padamu....,Selamat Pulang Pemuda Sorga, lambain tangan ribuan? atau ratusan pelayat melepasmu bak seorang mulia nak...Sampai Jumpa... Ayah, Umi, Yaya merinduimu,, tunggu kami ya...? Syahidmu akan me lempangkan jalan semua , saudara, keluarga, sahabat, guru, semua orang yang bersimpati padamu menuju Haribaan Allah..Amiiin... Ya Rabbal aalamin..
Top of Form
Like ·  · Share · November 19 at 11:33am · 

Bottom of Form

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

wildan mujahidil khudri (versi kakak)


Rasa itu ada disini, buncah, hilang, terbang, mengembang, sesak, timbul, merekah, gaduh, lebur, menyempit memenuhi rongga-rongga semu, menelusuri pori-pori maya…… dan akhirnya sama, tidak mengerti tentang rasa itu…

Sampai sekarang perasaan kaget itu tidak terdefinisi, pertama kalinya hadir dalam 19 tahun hidup ku, dan kau lah penyebabnya.
Pertama kalinya tangis itu pecah lepas dan kosong untuk beberapa saat, mengingat kekuasaan Pencipta kita, menyebutNya, menenangkan jiwa, mengajak logika berkompromi bahwa meski saat ini jarak tempuh nangor-lubuk basung tidak lagi berlaku bagimu, tapi masih bagiku. Kuharap kau mau menunggu esok hari saat matahari naik sepenggalah. Aku akan datang…..
Kau tahu penantian esok tak menenangkan ku sama sekali, berkali-kali perasaan itu terhempas dan kebas.
JanjiNya bahwa akhir itu lebih baik dari permulaan. Bahwa hanya Dia yang memiliki rencana paling sempurna, dan rencanaNya lah yang terbaik. Bahwa dunia tidak menjanjikan kehidupan terbaik jika kau terlena, Dia lah yang  Maha Mengetahui. Aku percaya itu, aku pegang teguh.
Burung besi itu membawaku mendekatimu, pikiranku antara kosong dan bingung. Benda beroda empat itu bergetar hebat berpacu secepatnya dengan jarum waktu.
Benda komunikasi yang berhasil mengalahkan jarak bergetar sering ditanganku. Apa peduliku? Sinyal ku sibuk… sedang berusaha menghubungi melalui satu-satunya jalur komunikasi yang tersedia mulai saat ini antara kita. Melalui Allah, rabb sekalian alam, penguasa tunggal duniaku dan duniamu. Aku ingin bertanya padaNya, tentang keadaan mu? Apakah kau sudah nyaman di sisinya? Aku ingin tahu apa pendapatmu tentang dunia yang pernah kau lalui? Sibuk bertanya seberapa sayang Yang Maha Penyayang itu padamu, sehingga dia mengambilmu kembali begitu cepat, tak tega meninggalkanmu dalam dunia yang maya ini begitu lama. Ingin bertanya apakah kau mendengar yassin dan as- sajaddah yang kukirimkan, alfatihah yang kulantunkan lirih? Atau jangan-jangan kau sibuk menertawai makhraj dan tajwidku yang berantakan?
Persis ketika matahari naik sepenggalah aku menapakkan kaki dengan terburu-buru, bahkan sebelum mobil benar-benar terparkir sempurna. Dek, halaman rumah tempat kita bermain dari kecil dipenuhi lautan manusia. Kebanyakan mereka kuyakin adalah teman-temanmu, sebab mereka berseragam abu-abu. Ah, bukankah sekarang tahun terakhimu mengenakan seragam abu-abu. Seragam yang kau kenakan saat kejadian naas itu, seragam yang menyerap merah darahmu dengan sempurna.
Ah bukan itu yang aku pikirkan saat itu, tergesa dan kosong, menggigil menahan dentuman aneh yang menyesak dibalik rusuk. Kaki itu tak lemah sedikitpun tapi anehnya seperti tak menapak, melayang, mengambang.
Dek… ditengah lautan orang-orang, ada kau, ah aku belum melihat wajahmu saat itu. Tapi aku yakin kaulah yang tertidur tenang dibalik kain putih itu. Ayah, ummi duduk bersampingan di bagian kakimu. Wajah mereka sedih, terluka dan kehilangan.
Kakak menghambur ke depan mereka,Dan, menciumi tangan ayah, menahan tangis, mengulas senyum, memeluk ayah, memeluk ummi, gemetar, tersenyum.
Setelah itu baru giliranmu, untuk pertemuan jasad kita untuk yang terakhir kalinya di dunia. Kain putih yang menutupi wajahmu disingkap. Disana ada wajahmu pucat, kaku, diam, tak bergerak. Ada luka lecet di bibir mu yang membiru, dan mata kanan. Tidurmu kali ini berbeda dengan tidurmu yang sebelumnya, kau terlihat….tak hidup……
Dek, kakak mengusap wajahmu, sungguh berbeda dengan apa yang telah tersimpan dalam memori. Tak seperti biasa, asing. Wajahmu kaku sudah, dingin…benar-benar…kaku. Kubisikkan padamu pertanyaan. ‘apakah kau sudah bertemu Tuhanmu?’ ‘bagaimana keadaan disana?’ ‘apakah kau tenang disisiNya?’
wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoiNya. Maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah kedalam syurgaKu*!’. Kuharap itu panggilan untukmu dek. Kalau harapanku benar adanya, kumohon carikan tempat yang cocok untukku disana, tunggu kakak disana.
Saat itu pikiranku simpang siur tiba-tiba, jiwaku merapuh. Perasaanku mengacaukan logika-logika bahwa, rencana Allah lebih baik. Tapi kau begini berbaring di depanku. Apa artinya itu? Kau tak lagi hidup? Kau tak lagi kasat mata? Apakah itu benar? tidak akan ada lagi Wildan adikku yang sering tersenyum nakal, yang selalu mau berbagi, tidak ada lagi wildan yang usil, yang lembut hatinya. Yang selalu mau memboncengi kakaknya kemanapun dengan sepeda motor kesayangannya. Yang sangat suka biscuit dan roti tawar. Yang selalu heboh bertanya kakaknya mau hadiah apa, tapi sang kakak tak kunjung mau menjawab. Yang pernah mengatakan ingin jadi pemain bola, pengusaha terkenal sekaligus menjadi presiden. Yang memarahi kakaknya yang jalannya gak nyantai. Yang paling suka main badminton. Yang paling suka kalau kakaknya berdiri di belakangnya ketika dia main soccer di komputer (game yang yaya paling gak ngerti). Orang yang pertama kali ngajarin kakak megang stir, menginjak gas, rem (hey…kakak masih belum bisa nyetir). Yang paling sebel kalau kakaknya melet, dan heboh sendiri. yang paling malas ngambil nasi sendiri. yang paling sayang sama adik-adik sepupunya. Yang paling suka menasehatin orang lain. Yang paling suka kalau kakaknya pulang karena bakalan banyak makanan. Yang tidak suka kalau dibeliin pakaian mahal. Yang gak banyak pengennya, sampai-sampai ayah ummi gatal pengen beliin sesuatu. Yang kalau mau sesuatu dia gak pernah mau memberatkan ayah dan ummi. Yang paling suka baca novel, buku cerita, sirah nabawiyah, komik, koran…. Dan yang..yang..yang lainnnya..
Maaf kalau air mata kakak mengalir hanya karena mengenang hal itu, hanya karena mengingat kau tak akan muncul lagi di masa depan dalam kehidupan dunia. maaf dan, itu mungkin hanya keegoisan kakak. Mungkin hati kecil kakak berharap agar wildan selalu ada di dunia ini. Wildan yang Selalu berusaha menjadi seorang saudara laki-laki, bukan sebagai adik. karena menurutmu wildan adalah seorang anak laki-laki, Yang selalu berusaha melindungi kakaknya, menjaga kakaknya…
Dan… sejak 2 tahun terakhir akhirnya kakak mengakui untuk pertama kali, wildan udah gede. Bukan adik kecil kakak lagi yang pasrah kalau rambutnya diacak-acak. Dua tahun terakhir wildan adalah saudara laki-laki kakak yang udah dewasa. Yang udah bisa diajak ngomong, bukan hanya hanya main..
Dan….., saat ini kakak sempat iri pada wildan, untuk pertama kalinya sejak wildan dilahirkan…
Dan….., kakak iri karena ternyata Allah lebih sayang pada Wildan, menjauhkan Wildan dari dunia yang penuh godaan, cobaan. Mengambil Wildan disaat orang-orang benar-benar menyayangi Wildan. dan semoga mengabulkan do’a ayah dan ummi saat memberi nama wildan. semoga wildan sudah menjadi pemuda yang selalu muda di syurga, di kediaman Allah SWT.
 Maaf kalau kakak tidak lagi bisa membantu banyak, mungkin hanya do’a dek…. Mungkin juga itu yang paling dan butuhkan saat ini. Jangan lupa, kakak tag tempat di syurga ya, Dan..

Karena kau lahir dengan senyumku, karena itulah aku ingin melepasmu dengan senyumku, dari kakakmu untuk pemuda syorga yang selalu muda dalam keabadian…
wildan SMP

wildan ramadhan 2 tahun lalu

wildan dengan 2 dengan 2 sepupunya

always the way he is





dengan senyum nakalnya

wildan saudara laki-laki yaya

pemuda sorga

Add caption

his smile....
tepat 1 tahun sebelum wildan menuju penciptanya (found this in his friend blog's)



his last message to me

in his birthday
status fb wildan (found it in his friend blog's)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

aku pengen Pacaraaannn...!!!!

(copas dari alif, saudaraku 1 dari 60 bintang)


Diary Perasaan Alif Terhadap Sesuatu yang Bernama Cinta

Dalam tulisanku yang perdana –dalam masalah cinta- ini aku ingin terus terang kalau aku ingin merasakan fase remaja dimabuk asmara atau lebih populer dengan sebutan pacaran.

AKU PENGEN PACARAAAAN! Tapi aku punya permasalahan dengan kalimat barusan. Pacaran bukanlah jalan yang aman untuk ditempuh, karena kita sama-sama tau kalau pacaran bukan budaya muslim dan dilarang oleh agama kita, Islam rahmatan lil ‘alamin.

Siang tadi, saat latihan Karma di Ladang Kurusetra (pentas untuk FKI 2011 di Solo), aku melihat dua pasang sejoli yang sedang bercengkrama, mereka adalah Sammy & Martina dan Ira & Oji. Sepertinya asik ya kalau pacaran. Bisa pegang-pegangan, ada yang ngasih semangat, ada yang memperhatiin, ada yang selalu disamping kita saat dibutuhkan, ada yang menguatkan saat kita sedang down, tempat berbagi, tempat melepas resah dan gundah, dan berbagai alasan (pembenaran) lainnya.

Tidak dapat dipungkiri, tentu saja sebagai pria yang normal, seorang pria yang memiki kromosom XY, aku menyukai sesosok makhluk yang diciptakan dengan kelemahlembutan dan keindahan, yaitu wanita. Tapi permasalahannya adalah bagaimana caraku untuk menyalurkan perasaan cintaku itu pada sesuatu atau seseorang, padahal kita atau kami belum punya ikatan apa-apa.
Secara teknis Islam hanya membenarkan hubungan dua insan non mahram ikhwan dan akhwat dalam satu ikatan yang disebut dengan PERNIKAHAN.

Nah, ngomong masalah pernikahan, kita juga sudah sama-sama tahu, pernikahan itu punya hukum masing-masing, dilihat dari situasi dan kondisi.
Halal apabila udah nggak tahan dan sudah mampu nafkahin anak orang Sunat jika masih mampu nahan, tapi dah tergolong mampu dalam menafkahi pasangan Makhruh jika udah kepengen, tapi belum bisa ngasih nafkah ama pasangan Dan haram jika nikah dg niat menyakiti pasangan
Jika dilihat dari sudut kemanusiaan, aku masuk ke dalam kategori makhruh, dan harus melakukan apa yang sudah dibilang dalam hadist yang diriwayatkan oleh om Bukhari:
“Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya” (HR. Bukhari)

Berarti, tentu saja aku harus berpuasa agar gejolak dalam jiwa nggak lepas kesana kemari kayak anak Alay (lho?). akhirnya ku coba untuk berpuasa. Hm... puasa ternyata ampuh juga.
Setelah nafsu ku berhasil ku kendalikan, akhirnya Alif Rahmadanil ini bisa bertahan untuk tidak pacaran. Alhamdulillah ya, sesuatu...

Tapi, pada saat hati sudah mulai terjaga, saat mata hanya tertuju pada foto yang ada di dinding kamar (lho? Kok?) saat tidak ada yang bisa menggoyahkan hatiku, Ternyata mahasiswa baru angkatan 2011 di jurusan Teater, berhasil menjebol pertahananku. Dia bernama Kresna, seorang Katholik yang taat, dan punya kepribadian yang baik.
PERLU DIGARISBAWAHI!!! Ini hanya sekedar suka belaka. Beda dengan Cinta. Kalau cinta, itu mutlak, Insya Allah,dengan izin Allah, ndak ado nan bisa manggoyahan hati wak do ka cinta wak do, dan Insya Allah ndak ado satu wanita pun yang bisa menggeser kedudukan dirinya di hati denai. Hehehe

Saat kresna masuk ke kehidupanku, rasanya biasa-biasa aja, sampai suatu ketika terjadi perbincangan antara diriku dengan seorang teman
                Teman  : eh, lif kamu dah punya cwe blum?
                Aku        : belum?
                T              : diantara anak baru, ada yang kecantol di hatimu nggak?
                A             : maksudnya? Sekedar suka gitu?
                T              : iya.
                A             : ada sih, dia tu cewek yang imut2, mungil, dan berkacamata, rajin pula
                T              : kresna ya?
A             : iya. Tapi aku hanya sekedar suka lho...
Sejak saat perbincangan itu, di kampus, aku sering dipanas-panasi masalah Kresna. Sampai suatu hari, ternyata Kresna udah ditembak duluan oleh Rizky (Anak Etnomusikologi ‘08). Teman2 malah berpikiran aku nggak gentle karena nggak mengungkapkan perasaanku terlebih dahulu kepada Kresna sebelum Rizky mendahului. Masalah ini ternyata juga sampai ke telinga dosen... wah, parah, tiap ketemu aku langsung dikasihani gitu, soalnya “KASIHAN ALIF, CINTANYA BERTEPUK SEBELAH TANGAN”. Duh, padahal perasaanku itu nggak segitunya kalee....
Tapi hal yang berbeda kurasakan sejak aku di “angek-angekan” bersama kresna. Aku jadi sering salah tingkah di depan adik kelas yang lain.
Ck... dasar emang susah ngomong masalah perasaan ama teman yang suka ngegosip, apalagi kalau masalah suka sama adik kelas.

Jadi, aku baru saja merasakan sedikit sensasi hubungan (kalo di pesbuk terdapat istilah in relationship with...)yang sangat mengganggu jiwa.

Hikmah yang ku dapat dari kejadian itu adalah saat hati sedang bergejolak, jika lengah sedikit saja, Syetan dapat dengan mudah menarik rasa suka kepada lawan jenis menjadi NAFSU. Untuk nasfu sendiri, itu bukan hanya nafsu seksual, tapi juga nafsu untuk memiliki, nafsu ingin diperhatikan, nafsu ingin disayang, dll.

Soal hubunganku dengan Kresna cukup hanya sebagai contoh saja. lagian kita nggak se-iman kok, pacaran ama yang se-agama aj udah susah, apalagi pacaran sama yang nggak se-iman. Ya malah lebih ribet.

Tapi dalam hati yang terdalam aku tetap ingin merasakan bagaimana sih rasanya punya pacar (walaupun saat SMP udah pernah pacaran ama Nurliana selama 3 bulan). Mungkin saja Allah  tidak memberiku kesempatan saat ini dan akan memberi kesempatan kepadaku untuk merasakan nikmatnya pacaran setelah mengucapkan janji suci berupa ijab kabul di depan penghulu nanti? Wallahu’alam bissawab.

YANG PENTING SAMPAI TULISAN INI DISELESAIKAN, ALIF MASIH GALAU...
HUHUHUHUHU.... TOLONG SAYA...

Kamar Kos, 11 Oktober 2011 pukul 22.46
Sambil mendengarkan lagu Sheila on 7
“PEMUJA RAHASIA”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

nasehat dari ayah

Yaya sayang...

Yaya sayang... ayah masih sngat ingat, ketika pertama kali antar yaya ke Pesantren, sungguh sangat tidak tega meninggalkan yaya kecil yang baru saja tamat esde yang entah diuus oleh siapa, kecuali hanya tawakkal kepada Allah sehingga ayah dan umi mendapat keyakinan bahwa kami telah menitipkan anak kami ke tempat yang tepat. Alhamdulillah yaya kami berkembang wajar, apalagi yaya telah mampu menghafal juz 30, Alhamdulillah....

yaya, cium kepala dari ayah dan umi selepas mengucapkan salam kepada Rasul usai melafazkan zikri, baca sajadah ba'da magrib dan yasiin ba'da isya, adalah ciuman bermuatan doa ke pada Allah untuk kemuliaan kepalamu naaak...Alhamdulillah, yaya sejak esde kan bilang cita-citanya jadi dokter kan?.. Mudah-mudahan Allah berikan yang terbaik sebagaimana yang baik-baik telah yaya terima.. Allah berikan tempat pendidikan yang baik, pesantren sabihisma yang selalu menanamkan kejujuran dan kebaikan, ingat fatwa haram nyontek dipesantren? ingat yaya dilatih mengfala minimal tiga juz ayat ayat Allah? yaya ingat ustazah dewi dan ustazah lainnya, pak haji laki-laki tua pemilik pesantren yang membayarkan gaji untuk ustaz dan ustazah yaya? Nak jangan dilupan semua jasa guu-gurumu yang telah mengajarakan dan menanamkan kejujuran..Di SMA I Padang Panjang yang juga mengharamkan nyontek yaya mendapatkan pendidikan terbaik dan kebaikan yang berlimpah, kebaikan dan kebeningan hati pak yamin, ketawadduk an ustaz Idris Al Hafiz itu, pak Son dan guru-guru lainnya... nak... Mohon didoakan semua guru dan siapa saja yang telah berbuat baik untukmu.. .,, Mak Padang, Uniang, Incim, Uncu Win dan ante Titin yang antar Yaya ke Bandung, Mak Uwo dan pak Uwo dari Tanggerang, semoga kita semua dibimbing Allah...Yaya,,kini yaya sudah dewasa nakk.., sudah sangat tahu membeda yang baik dan yang buruk,selalulah berzikir dan membaca Alquran surat sajadah khususnya, salat tidak boleh lalai, selalulah berbuat baik pada semua orang,banyak-banyak istighfar, semoga hatimu yang bersih akan "mengkilap" sehingga hidayah akan selalu dicurahkan Allah untuk mu naak. Ayah dan Umi akan sangat bahagia...

(dikirim via fb)

yah.....
yaya speechless...
gak tau harus bilang apa...
hanya bisa bilang...
makasih ayah...

yaya hanya bisa mengusahakan sebaik mungkin
sebagai rasa syukur pada Allah
untuk ayah sebaik ayah
untuk ummi sebaik ummi
dan untuk wildan yang paling ya sayang


untuk keluarga besar yang selalu mendukung dan membantu...
untuk guru-guru yang mengajarinya tentang ilmu logika, kehidupan, dan ilmu akhirat.....
dan untuk doa-doa mereka, untuk harapan mereka, dan untuk kasih sayang mereka...


terimakasih ayah....
yaya sayang ayah....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Little Bro

My Little Bro

Yaya tidak sabar menunggu kedatangannya….
Karena bermain sendiri terlanjur membosankan…
Beberapa hal yang kuingat, sangat sering mengusap perut ummi sambil melumurinya dengan minyak kayu putih dan bedak
Tidak akan berhenti sampai ummi melarang, karena kepanasan..
Yaya menunggu adik kecil, yang nantinya akan menjadi teman bermain ya..

me and bro in the middle
Siang itu…
Yaya masih berumur 2 tahun
Terlalu kecil untuk mengerti bahwa ummi sedang berjuang antara hidup dan mati
Melahirkan adik kecil yang ya tunggu-tunggu, tanpa bantuan…
Namun bayi kecil itu tidak mau menyusahkan ummi
Dia lahir tanpa proses yang panjang….

Kata ayah setelah kelahirannya yaya sering berteriak-teriak pada semua orang
“adiak ya puitiah, adiak ya putiah”
Seakan-akan kakaknya ini ingin semua orang tau bahwa dia mempunyai adek dengan warna kulit yang lebih cerah daripada dia sendiri

Adik kecil yaya itu selalu lucu
Semua orang suka melihat tingkahnya yang menggemaskan
Banyak orang bilang ketika seorang kakak mendapat adik, ia cenderung cemburu terhadap adiknya
Mau tidak mau perhatian akan lebih tercurah pada si bayi yang belum bisa apa-apa
Namun saat itu yaya tidak sempat berpikir untuk cemburu, karena yaya juga punya alasan untuk menyukainya

Adik ya makin besar
Dia sudah memasuki taman kanak-kanak
Dia mulai mengerti cara untuk nakal dan jahil
Tapi dengan begitu dia masih tetap lucu

Wildan kecil belum dapat jajan saat masih di taman kanak-kanak
Sedang kakaknya sudah menerima 500 perak setiap hari sekolah dari ayah ummi
Merasa kasihan dengan wildan, yang belum dapat jajan (meski di TK dia selalu dapat snack)
Setiap istirahat yaya selalu menyisakan jajan dan membelikan wildan snack yang dijual di sekolah
Tergopoh-gopoh menyimpannya di bawah tempat tidur di sudut kamar …
Dan ketika klakson mobil antar jemput sekolahnya berbunyi nyaring
Makanan atau mainan kecil yang harganya tidak cukup 500 perak itu kembali ya ambil sendiri dengan tidak sabar, dan kemudian berlari keluar rumah sambil menyodorkan benda itu kea rah wildan kecil yang turun dari mobil antar jemputnya sambil berlari.
(Sampai sekarang ya masih mempertanyakan tujuan kenapa hadiah kecil itu harus disembunyikan dulu, kalau setelahnya ya harus mengambil sendiri hadiah itu.
Kebiasaan membelikan wildan hadiah kecil itu hanya berlanjut sampai dia masuk SD,
Karena kami sudah sama-sama memiliki uang jajan, (wildan sempat protes akan hal itu di diarynya yang ditulis disela-sela shalat tarawih)

Wildan suka berbagi…
Terkadang dia suka memaksa kalau yaya tidak mau menerima apa yang ingin dia berikan
Wildan tidak perlu memaksa yaya untuk mau menerima kado ulang tahunnya yang dirayakan di taman kanak-kanak
Seorang yaya yang sangat suka kado langsung terbelalak melihat tumpukan kado yang menggunung milik wildan
Ketika sampai di rumah, yaya dan wildan sibuk mengeluarkan semua kado-kado itu
Membaginya menjadi 2 bagian yang benar-benar adil
Kalau ada 6 buku gambar, 3 untuk wildan 3 untuk yaya
Begitu juga dengan sepuluh sabun, 4 pensil warna, untuk 5 crayon, 3 untuk wildan dan 2 untuk yaya
Semua mobil2an untuk wildan.
Adil seadil-adilnya menurut kami
(padahal itu kado wildan lho!!!!)
Meski pada akhirnya kado2 itu tidak benar-benar dibagi menjadi 2
Well it’s him…..

Wildan sudah memasuki sekolah dasar
Nakal dan jahilnya makin parah
Saat ya mengadukan hal itu pada ummi, ummi selalu berujar
“ada masanya dia bisa membedakan baik dan buruk, tunggu dengan sabar dan do’a ya nak”
Tapi bagaimanapun dia, wildan tetap my lovely only brother
Bahkan ketika lengan kirinya dislokasi gara-gara main sama temannya di sekolah
Yaya untuk pertama dan terakhir kalinya sampai saat ini, merasakan perasaan seakan-akan mau pingsan saat melihat tangannya yang lunglai.

Yaya mengenal beberapa karakter wildan
Dia punya potensi jadi leader,
Dia agak sensitive untuk ukuran cowok
he always keep something special and something hurt in deep of his heart
Dan sayangnya dia tidak mau diperlakukan sebagai my little bro lagi
I’ve grow up, sis!’ u told me that

Selepas SD, berdasarkan bujuk rayu ummi selama 1 tahun sebelum dan izin ayah
Yaya memulai karir sebagai siswa asrama
Berpisah dengan rumah, berarti jauh dari ayah, ummi dan wildan
Ayah masing sering ke pesantren (sekolah ya saat itu), ummi tidak sesering ayah, apalagi wildan
Dia prefer menghabiskan waktu bersama kartun-kartun rcti dan game dari computer dari pada menghabiskan waktu selama berjam-jam di atas mobil
Semenjak itu, yaya tidak terlalu tahu perkembangan my little bro, seperti dulu…

One year later…
Wildan got the same school with me..!
Artinya jarak kita berdua tidak sejauh dulu…
Tapi entah kenapa yaya sering gagal mendekatinya..
Disana dia belajar banyak hal
Selain agama, pengetahuan umum, dan skills lainya yang gak bakalan ada di sekolah umum biasa…
he with his proundly jacket
Dia juga belajar untuk membenci, tidak menerima, mulai tidak menyukai banyak hal, takut terhadap pandangan teman-teman, membalas ejekan dengan membenci sekitarnya, menunjukkan sikap perlawanan setiap ayah ummi berkunjung…
What happen my little bro…
How much do u hurt there?
Why we differ to face this way…
Me feel bleesed for everything that I’ve passed there..
How bout u?
It’s hurt u very much..
Sorry for not understanding  u as much as u need…
Sorry for my undercapability to teach u how to see this world
With smile……….
But I do really love u

3 tahun disana..
Wildan masih adik kesayangannya..
Yang masuk dalam jajaran juara kelasnya
Yang bahkan mempunyai fans di komplek sebelah (santriwati)
Masih dengan kenakalannya sebagai anak SMP
Dan segenap kecemasan yaya bahwa dia tidak bisa mengimbangi pergaulan yang keras disana

Wildan my lovely bro
Ingin mengikuti kakaknya bersekolah disalah satu SMA favorit provinsi kami
Dia pernah kesana menikmati suasana alamnya yang menyenangkan..
Dan mengungkapkan dengan enggan dari mulutnya bahwa dia ingin sekolah disana
Meski hatinya berapi-api mengatakan ingin..
Melalui proses yang berat dan melelahkan untuk mendapatkan kursi disana
Proses yang membuatnya berharap banyak
Namun the hardest time when he knew that he can’t get a seat there
‘coba telfon wildan, kayaknya dia down ya’, pesan ayah saat itu…
sedih itu merayap sampai ke relung-relung hati terdalam…
Ya berharap wildan disini..
Memperbaiki karakter dan sifatnya
Masuk dalam lingkaran ukhuwah penuh rasa sayang dan perjuangan
Namun Allah telah memilihkan jalan terbaik untuknya
Parahnya lagi, sebelumnya yaya pernah memanas-manasinya dengan banyak hal agar dia mau masuk ke SMA yang sama dengan ya

Wildan masih jera dengan penolakan itu,
Namun mulai melupakannya setelah beberapa bulan menikmati sekolah barunya
Belajar dengan cara baru dan berbeda dengan sebelumnya
Mulai aktif ini itu, beradaptasi dengan caranya, dan sering bergesekan dengan ayah ummi dengan ego remajanya, setelah 3 tahun jarang bertatap muka

Ah… adikku yang lucu masih tetap lucu..
Masih tetap my beloved bro…
Dan yaya masih jauh darinya bertambah jauh malahan..
Ada nada canggung dalam suaranya dalam telfon..
Terlalu sering dia menolak menjawab telfon dengan alasan sibuk..
Sibuk nonton, sibuk makan, sibuk mau main kesana-kesini, ngantuk,, dan blablabla lainya
Sepertinya dia memang sedikit meniru karakter ya yang sering menolak telfon yang disodorkan ummi
(entah kenapa ummi sering menyodorkan telfon ketika beberapa kerabat menelfon, ya menolak mati-matian karena merasa tidak ada yang perlu dibibcarakan)
But, oh come on bro….this is u’r sister talking!!!

Meskipun sekali-kalinya yaya dan wildan ngomong di telfon
Kami adu mulut sampai telefon di putus dan akhirnya wildan minta maaf 5 menit kemudian melalui sms
Ya kita masih sering bertengkar
Kadang kakak ingin bertanya kapan kita benar-benar dewasa
……
Berharap bisa mengerti cara pikir wildan yang sering kakak anggap salah
Berharap wildan bisa mengerti cara berpikir kakak yang sering wildan anggap aneh…

My little bro… always be the shiny star on u’r own sky…
Listen to life surrounding u, life will teach u everything
Keep u’s self on the true pathway
Keep u’r best attitude to our ayah ummi
Keep to say thanks to our god… in all way u can do…



(kutipan dari surat yang ya kirim sama buku tere liye ‘ayahku ‘bukan’ pembohong’ untuk adikya tercinta)
Untuk adik yang paling kakak sayang…
Setiap ayah mempunyai cara sendiri-sendiri untuk mendidik anaknya, namun selalu mempunyai keinginan yang sama. Kebahagiaan dan kesuksesan anak-anaknya dunia akhirat
Tidak ada ayah yang sempurna di dunia, setiap ayah mempunyai kekurangan dan kelebihan. Jadikan kelebihannya sebagai contoh, pelajari kekurangannta sebagai acuan, wildan tidak akan menirunya di masa yang akan datang. Lebih baik kalau wildan mampu mengingatkan dengan cara yang tepat, tanpa menyinggung hatinya. Meskipun begitu rasa sayangnya dipastikan jauh leibh besar dari kekurangannya
Jadikan kekurangan diri sendiri sebagai kekuatan dan jadikan kelebihan diri sendiri sebagai kebanggaan
Kebahagiaan tidak datang dari materi,manusia, atau apapun kecuali dari dalam hati masing-masinm oleh karena itu seseorang dapat berbahagia dengan 1 hal dan bersedih dengan hal yang sama, tergantung bagaimana hatinya memilih
Jadikanlah hari selalu berbahagia untuk semua yang wildan dapatkan, dan yang akan dan lalui. Karena kebahagiaan adalah lambing kesyukuran dan merupakan nikmat yang menyenangkan
Cari dan nikmatilah segala sesuatu yang halal, baik itu harta, makanan, nilai, sebuah proses, bahkan cinta. Karena sesuatu yang halal merupakan berkah yang akan membimbing ke jalan menuju syurga dan segala sesuatu yang haram hanya memberikan nikmat semu, dan menutup hati dari kebaikan.
JADILAH YANG TERBAIK YANG BISA WILDAN LAKUKAN
JANGAN JADI YANG TERBAIK YANG ORANG LAIN BISA LAKUKAN
KARENA HIDUP ITU PUNYA WILDAN DAN WILDAN YANG AKAN MENJALANINYA
TAPI TETAP JAGA LANGKAH WILDAN DALAM JALAN-JALAN KEBENARAN AL QURAN DAN HADIST AGAR TIDAK TERSESAT MENGGAPAI SYURGA DUNIA AKHIRAT
JANGAN PERNAH BERJUANG UNTUK MENJADI YANG TERBAIK
KARENA SYURGA BUKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG MALAS  (u’r sister who always wish u happy )














  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS