srikandi
lagi , 48 menit dengan ummi…
berjuang
(bdg,190112)Taman ilmu di kaki bukit pinggiran kota
Beberapa hari lalu iseng ngutak ngatik timeline sendiri di fb. Ini nih manusia dengam tingkat ke kepoan hampir mencapai 0, jangankan stalking timeline orang lain.. timeline sendiri aja gak disentuh2. Akibatnya banyak pertanyaan, ucapan selamat.ulang tahun dan tulisan2 lain yang mampir ke blog dan membutuhkan jawaban terabaikan begitu saja. Saat sadar hal itu tentu aja merasa bersalah, selain ucapan selamat ulang tahun yang tidak dibalas, apalagi salah satunya dari guru ya jaman sma dulu yang udah banyak banget ngebantu yaya dalam extrakurikuler S3I dulu.
Dan satu lagi komentar dari seorang yang mampir ke dinding akun yaya, sempat membuat neurotranmitter menyampaikan sebuah informasi dalam waktu seperrrrr milidetik. Membuat bayangan2 memori kenangan 8 tahun silam.
Setelah 3 bulan mendulang kehidupan di Sekolah Menengah Atas negeri dekat rumah, yang deketnya bikin pengen pulang tiap istirahat yang cuma 15 menit, Ya 'disarankan' untuk pindah ke pesantren. Kata ummi bocah kurus baru lulus SD itu gak mau buat dipesantrenin pada awalnya. Dan sampai sekarang gak ingat apa ya bener2 mau masuk pesantren atau dihipnotis sama ummi, saking blank nya saat itu.
Saat dibarang2 ya dipack ke koper, kayak hampir semua isi kamar ya dipindahin ke koper itu yang akhirnya gak muat di lemari pesantren yang ukurannya segede kulkas satu pintu yang waktu itu tingginya cuma sedagu. Atau saat belanja kebutuhan sehari2 di supermarket, satu trolli penuh buat sendiri hal yang sebelumnya gak pernah terjadi. atau saat masuk asrama yang ruangannya dipenuhi kasur, lemari dan anak2 tak dikenal. Dan kesadaran baru sudi balik ke dalam pikiran saat ekor mobil menjauh dengan yaya yang hanya melihat sendiri dengan ustazah yang sebelumnya pernah ya kenal sebagai murid ayah, tapi tetap saja gak ya kenal sebelumnya. Semua yg pernah diasramain atau ngekos ditempat yang jauh dari rumah tanpa kenal.seorangpun disana, dan saat itu mata ya sempat berkaca2 menahan air mata yang entah kenapa memberontak ingin keluar dan beberapa hari kemudian menyesal sempat berkaca karena diketawain ustazah ketika ditelpon ayah.
Aneh... bener2 serasa orang asing disana. semuanya berbahasa indonesia, padahal biasanya ya pake bahasa minang sehari2 dan senior2 menggunakan bahasa gado2 arab inggris. aneh saat mendengar salawat yang dilantunkan oleh suara2 cempreng anak SMP.
Saat berjalan kemesjid yang pastinya dipenuhi oleh santri bermukena lengkap melantunkan tilawah, menambah atau mengulang hapalan dengan suara yang keras, seperti yang disarankan oleh Pak Haji, pemimpin ponpes yang baik dan tegas. Profil beliau persis seperti pak haji di komik2, berkopiah berjanggut putih dengan setelan koko berwarna putih lengkap denga sarungnya.
Kelas dimulai setelah ceramah sehabis shubuh selesai, dengan mukena, alquran dan wajah pagi yang ngantuk kita berjalan setengah ngantuk ke ruang kelas. Masih sangat pagi lho saudara2 bahkan terkadang langit masih menyimpan bintang karena matahari masih terlelap.
Setiap pagi memang selalu ada kelas tambahan, seperti belajar percakapan dalam bahasa arab, muhadarah, tahfiz, atau sekedar disemangati secara langsung oleh pak haji. Kadang ketika kami usil dan lagi ngantuk, semua santri tidur dikelas, menutup pintu dan mematikan lampu seolah2 kelas masih kosong pagi itu. dan taktik itu selalu gagal.
Oh ya dipesantren santri perempuan dipisahkan dengan laki2. panggillannya santriwati dan santriwan. Kita gak pernah bertemu kecuali saat acara milad ponpes yang diadakan sekali setahun di salah satu.gedung pertemuan di Padang.
Jadi baik itu ruang kelas, laboratorium biologi, komputer, perpustakaan, kantin, disediakan terpisah dan mesjid hanya mesjid yang digabung tetapi dihijab 2.5 meter.
Saat Yaya masuk kita sekelas berjumlah 12 orang dan suasana dalam kelasnya menyenangkan. Karena setiap kita saling mengenal satu sama lain seperti saudara bahkan dengan ustadz ustadzah pun kita dekat seperti kakak adek. Tidak ada suasana mencekam dengan guru killer yang y temukan di SMA.
Masa' di hari pertama sekelas ngambek sambil munggungin ustadznya selama beberapa detik karena protes Yaya banyak ditanya2 sebagai anak baru.
Dipesantren gak ada senioritas kyak sekolah lainnya. kita tetap hormat, tapi persis seperti pada saudara perempuan kandung, juga bisa berantem seenaknya. Di pesantren itu kayak gak ada beban. Tergambar dari wajah ceria anak2nya, canda tawa mereka. Dan hal itu baru ya sadari ketika bertemu lagi setelah berpisah 3 tahun di walimatul 'ursy seorang kakak kelas di pesantren.
Setiap sore ada muhadarrah berbahasa inggris atau arab. Suatu hal yang meski saat pelaksanaannya tidak terlalu menyenangkan, baik sebagai yang muhadarrah atau yang mendengarkan bagi saya yang gak hobi duduk tenang dan mendengarkan dalam waktu yang lama tapi saat udah gak dipesantren lagi manfaatnya kerasa banget, misalnya saya jadi lebih biasanya ngomong didepan umum dll deh.
Malamnya sehabis maghrib. Kegiatan dilanjutkan seperti sehabis shubuh sampai waktu isya' masuk. setelah isya' kegiatan mandiri dan lampu dipandamkan pada jam 9.30 dan esoknya hari kemnbali dimulai pada.jam 4 pagi.
Semuanya diatur kecuali pada hari minggu yang paginya goro dulu dilanjutkan dengan kegiatan ekstra biasanya sih menjahit yang prosesnya lamanya kebangetan dr bikin pola sampai selesai pakaiannya udah kekecilan karena saking lamanya.
Semua rutinitas itu menyenangkan bagi saya. Meski banyak yang menyebut nya sebagai penjara suci saking terkurungnya, terpencil di kaki bukit pinggiran kota ( kalo kata teman2 SMA ) dan gak bisa kemana2. Ya sama sekali tidak terpenjara, karena sejujurnya disana jiwa ya bebas, masih banyak hal yang masih ingin saya ketahui di setiap sudut tanah pesantren yang berhektar-hektar itu.
Sabbihisma Rabbikal a'la, Sucikan nama Tuhanmu yang maha tinggi. Semua pengalaman itu terlalu berharga untuk dilupakan. Disana saya belajar tentang pencipta saya, mendalami alquran dan bahasanya, mempelajari manusia dan prilakunya, mengenal alam yang luar biasa. Atas semua itu meski belum ada tulisan tentang pesantren disini ya gak akan pernah lupa pengalaman 2.7 tahun disana.
Terkhusus buat sahabat2 ponpes, lewat tulisan ini Yaya kirimkan terima kasih, salam rindu dan kenangan yang terbentuk dibalik pagar pondok pesantren di kaki bukit itu.
Maaf dan Terima kasih
"Yabo aku perhatiin jarang ya muji orang"
Sore itu kembali terngiang-ngiang komentar seorang sahabat jaman sekolahan dulu dengan logat melayu pontianaknya. Jawabanku saat itu hanya "O ya?" sambil sibuk recall memori di otak, dan setelah itu nyengir tanda setuju.
Dan pernyataan itu masih berlaku sampai sekarang. Soal puji memuji orang saya sama sekali bukan ahlinya. Eh, tapi bukan masalah sombong atau gak, entah kenapa mulut ini jarang banget muji meski hanya sekedar bilang 'keren', 'bagus', 'hebat'. Sekali-kalinya muji itu pasti benar-benar dari hati.
Kemarenkan ceritanya, habis evaluasi, kesan, saran di akhir kepengurusan. Meski sadar yang banyak salah dan berbagai macam hal lainnya. Apa daya yang tertulis dan terucap hanya evaluasi dan saran lupa minta maaf apalagi terima kasih.
Padahal setau ya, mulut ini pengen bilang terima kasih buat semuanya, buat teteh yang ngajarin buat fokus, disiplin, teratur, tegas bantu mecahin masalah dengan kalem dan bijaksana. Maaf y teh kalau aku sering kadang-kadang keras kepala kalau diingetin. Atau buat mamah yang selalu lembut kalem dan rempong, suka banget pasang wajah menyemangati dan ngepuk-puk tiba-tiba padahal lagi gak ngapa2in dan dibalas sewot sama akunya. maaf ya mah, udah beberapa kali sewot begitu (hehehe peace). juga maaf kalau ternyata ya udah jadi taukhty yang buruk, gak ngeh kalo mamah juga lagi rempong dan kerepotan akan banyak hal. Juga buat teman yang selalu nemenin yang satu itu, yang udah jadi controller tiap jiwa dan raga ini udah mulai keluar jalur (eh), pokoknya kalau kata saya ini (tenang, dan istiqomah??) pasti itu keliatanya pas lagi deket2 atul, sejenis dikasih sedasi gitu pake pelototan. Sekaligus partner in crime kalau lagi sama-sama aneh. Maaf ya tul, kalau dibilang sering sradak sruduk yaaa makhluk yang paling sering kena seruduknya ya dia. Bisa keinjeklah, kegencet lah, kelindes lah.
Juga buat Pak ketua yang sering banget gak diwara' sms buat syuro, sering telat, gak ngerjain tugas, atau sering sibuk mainin HP pas lagi syuro. Well, sebenernya ya lumayan banyak salah nih sebagai jundi. Makasi karena gak pernah dimarahin (atau sebenernya pernah tapi gak pernah ngerasa), udah jadi ketua yang baik, selalu berusaha ngelucu biar syuronya gak bosen meski kebanyakan garing. Buat Om partner nya pak ketua (kita seringnya nyebut gitu soalnya kalo jalan berdua, mereka kayak bapak-bapak, sama om-om). Hmm sebenernya merasa gak punya salah sih sama Om yang satu ini. Hehehe kepedean padahal kalo rapat jarang lapor dulu, make sekre, suka nyusahin tanpa sadar lagi nyusahin orang dan susah banget dimintai uang buat bayar jaket, padahal dp doang. Termasuk anggota tim yang sering 'terlihat' galau, meski jarang terlihat raganya kalau lagi syuro. Yang gak pernah ya sapa kalo lagi papasan, padahal satu tim -__-". Trus buat partner di departemen yang meski sering banget miskom, tapi tetep bisa jalan. Ngajarin banyak hal dan selalu berapi-api memotivasi, selalu punya banyak ide tapi kadang gak di follow up (atau sayanya yang gak tau.... :| ). tapi overall keren lah, meski kegiatannya banyak banget, tapi tetep sukses di semua yang banyak banget itu, termasuk di Asy-Syifaa'. (eh nyebut merek)
Ya udah segitu doang sih permintaan maaf dan terima kasihnya, gak usah panjang-panjang juga kali yeee. Capek juga nulisnya. padahal kemaren punya kesempatan diomongin langsung tapi dasar ya gak improntu mikirnya kelamaa. Dan ini deh hasilnya.
by the way..
terima kasih semuanya buat setahun ini. Ya bener-bener belajar buanyakkkk hal..... semoga setiap usaha kita semua setahun belakang diridhoi Allah, dihitung sebagai amal ibadah.
bagiku manusia
bagiku selalu menyenangkan memperhatikan gerak gerik manusia. melihat ekspresi wajah mereka yang berbeda2. Melihat mereka berjalan beriringan tapi dengan tujuan yang berbeda atau dipagi hari melihat anak2 berseragam dengan tas besar warna warni dipunggung berjalan dengan gerombolan mereka. Melihat pegawai-pegawai dengan seragam kantor mereka, dengan tas kantor mereka yang khas. Pedagang yang menggeliat membuka warung. Mobil-mobil yang berjalan dengan pengendara yang entah akan menuju kemana..
Kau pasti sering melihat semua hal tadi.. hal yang sangat biasa bukan? tapi di mata ku itu luar biasa.
dibalik setiap ekspresi wajah itu tersimpan hal2 yang berbeda, sedih, senang, kecewa, berharap. dan dibalik gerakan mereka ada tulang yang digerakkan oleh otot yang mendapat kiriman perontah berupa aliran listrik akibat perpindahan elektron dari sel.ke sel lainnya dalam waktu seperrr.... detik. ada jantung yang berkontraksi seirama, membuat seluruh pembuluh arteri berdenyut. Seiring dengan aliran darah setiap jaringan setiap sel dalam tubuh mendapatkan jatah makanannya masing-masing. Dan lambung ikut berproses mencerna sarapan, dengan enzim2 pencernaan. Memecah dan membentuk molekul baru menghasilkan sumber energi untuk semua aktivitas tubuh.
Otak sebagai pusat dari semuanya sibuk. Menerjemahkan informasi tang didapat oleh pancaindra, mengubah pantulan cahaya pada benda menjadi penglihatan membongkar lemari,memori dan menerjemahkan benda yang tinggi itu sebagai pohon, begitu juga dengan telinga, mata,.hidung dan indra lainnya.
Dan saat semua nya terjadi manusia itu hanya sedang melangkah satu kakinya, tidak merasakan apa2. Tidak heran dengan mobil yang melintas didepan mereka, tidak merasakan betapa nikmatnya udara yang mereka hidup tanpa peduli betapa kembang kempisnya paru2 memompa dan menyaring udara2 itu dalam kapiler2.
Terlalu ribet kan? riweuh kalo kata orang sunda. tapi saat itulah aku bersyukur pada Tuhanku. Dia yang mengatur semuanya agar terlaksana. bukan, hanya satu manusia.. tapi semua yang ada dunia tak luput hewan dan tumbuhan, termasuk makhluk ghaib yang organ tubuhnya ghaib juga.
Dan setiap sel dalam tubuh yang ada saat ini menjadi pengingat setiap aku mulai melupakan kerja keras membuat jantung ini tetap berdetak, mata ini bisa melihat, dan otot ini tetap bergerak.
"dan nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?"
SELAMAT ULANG TAHUN!!
SELAMAT ULANG TAHUN..!!!
aneh memang, tapi tetap tidak bisa mengindahkan keinginan untuk mengucapkan, meski dalam sudut pandang yang berbeda. meski mengerti dengan sepenuhnya tahun ini berbeda, tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selamat hari ulang tahun, ulang tahun yang selalu ya tunggu sepanjang tahun sejak 13 tahun lalu. Tidak pernah sedikitpun ya lupakan. Hari ulang tahun pertama yang ya ingat selain hari ultah sendiri. bahkan hari ulang tahun ayah ummi pun ya baru bener2 ngeh pas udah tahun akhir SMP.
Selamat hari ulang tahun...
Tahun ini tdak ada hadiah seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan untuk kedepannya, hadiahnya untuk sata ini dan kedepannya akan selalu berbentuk sama, karena memang tidak ada hal lain yang Dan inginkan di dunia kan?
Selamat hari ulang tahun, kali ini tidak ada doa 'barakallahu fi umurik' karena umurmu sudah stuck di usia 17 tahun.
Selamat hari ulang tahun, adiak kak sayang... semoga Allah menyampaikan bingkisan do'a kak untuak wildan.
(bikin ini sambil dengerin murattal al-insan yang didalamnya ada nama Wildan...:)
nyamuk
barusan liat nyamuk ngehisap darah teman sampai perutnya gendut dan gak bisa terbang lagi..
alhasil digencet sedikit pake kelingking tanpa perlawanan apa-apa dia langsung musnah tanpa perlawanan.
jadi kalau dianonimkan sama manusia. manusia mau gak mau juga tidak boleh rakus sama nikmat yang ada didepan mata. harus ada batasnya. kebanyakan menikmati hanya akan membuat lupa akan kewajiban yang harus dihadapi. tuh liat aja nyamuk yang tadi, keasikan makan, lupa kalau dia harus terbang ketika ada ancaman. ini boro-boro terbang, berdiri aja dia udah jumpalitan.
sebagai manusia yang udah punya akal pikiran kayaknya terlalu gak level deh disamain sama nyamuk.
"kebebasan itu ada, bukan hanya omong kosong. seperti kita juga bebas memilih akhir dari cerita kita"
ulang tahun??
entah sejak kapan pemikiran itu muncul.. tapi sekarang bagiku ulang tahun tidak lagi istimewa... bukan karena takut akan pertambahan umurnya.. tapi kenapa hanya 1 kali setahun. bukankah umur bertambah setiap detiknya, setiap harinya. mensyukuri kehadiran di dunia setiap hari terkadang terasa lebih nikmat. mendoakan kehadiran orang2 yang disayangi setiap harinya dan mendoakan agar sepanjang umurnya selalu diberkahi Allah terasa lebih menyenangkan. kenapa harus menunggu 1 tahun untuk menyenangkannya dengan sebuah hadiah dan doa?
namun tetap mengingat hari bersejarah itu sebagai bukti perjuangan seorang wanita yang bertaruh nyawanya hanya untuk melahirkan, untuk mengingatkan bahwa 1 tahun berlalu sudah.. sebagai patok ukur dari apa2 yang harus dan ingin diselesaikan.
sms ayah....
|
Singgalang, Sabtu, 03 Desember
2011
|
|
SMS Seorang Teman
|
|
Khairul Jasmi
“Assww, hamba tidak sekuat Ibrahim AS, yang ikhlas luar biasa tatkala Allah SWT mau ambil anaknya Ismail yang baik, cakap, saleh dan cerdas. Tapi agaknya pandangan Ibrahim terhadap anaknya mungkin seperti pandanganku terhadap anakku Wildan Mujahidil Khudri. Wildan santun, baik hati, penyayang, penolong, menjaga hati orang lain, saleh, sifat-sifat yang diwarisi dari uminya, istriku tercinta. Dia motivatorku, inspiratorku dan investasi bagiku. ternyata setelah 17 tahun dia bersama kami, dia diambil oleh Yang Maha Memiliki, mudah-mudahan dia jadi investasi akhirat kami, sekarang obsesi tertinggi berkumpul bersama dia di jannah yang tinggi” Saya lama terdiam setelah membaca SMS, Khudri ini. Wartawan Singgalang dan salah seorang pejabat di Agam itu, baru saja kehilangan anak bujangnya. Ia meninggal dunia, setelah sebuah mobil pecah ban menabrak anaknya yang sedang naik motor. Khudri menggambarkan kepribadian anaknya dan menyatakan semua itu pantulan dari sifat uminya, ibundanya. Hari ini, nyaris tidak ada lagi orang memanggil umi pada ibunya. Umi dari bahasa Arab yang berarti ibu. Hari ini, tentulah ibu, mama, mami atau bunda, tergantung mana yang enak menurut keluarga itu. Saya tidak mengambil kesimpulan bahwa umi atau bunda atau yang lain lebih hebat dari panggilan lainnya. Yang menarik justru saat-saat menjatuhkan pilihan. Panggilan pada orangtua tidak ditetapkan oleh anak, tapi oleh orangtua itu sendiri, seperti juga nama. Saat menjatuhkan pilihan itu, biasanya terjadi diskusi antara suami dan istri. Akan halnya anak Khudri yang telah tiada itu, memanggil umi karena diajari sejak kecil. Saya juga diajari oleh umi saya memanggilnya Ummi, hingga sekarang, anak saya pun memanggil Ummi pada umi saya. Seharusnya nenek. Selain panggilan umi, saya juga lama terdiam oleh beberapa kata dalam SMS Khudri tersebut. Inilah untuk pertama kali saya menerima SMS semacam itu, meski sebelumnya ada juga teman saya kehilangan anaknya. Ada kesan kuat dalam SMS tersebut, Khudri dengan sigap dan sepenuh hati meyakini semuanya atas kehendak Allah. Dia memang alim, terutama sejak beberapa tahun belakangan. Shalatnya lama, doanya panjang, berbeda dengan saat kuliah dulu, bandelnya minta ampun. Saat takziah ke rumah duka, saya menyaksikan Khudri tampil sangat dewasa, sesuatu yang membuat saya menjadi kecil tiba-tiba. Istrinya, bukannya berurai air mata, tapi menyesali, bahwa ia tak sempat menghidangkan minuman untuk kami. Saya menguping, seorang pejabat Agam berbicara. Ketika istri si pejabat menelepon istri Khudri. “Istri dinasihati agar tabah, luar biasa tabahnya dia,” kata si pejabat. Ia kagum atas sikap istri Khudri tersebut. Saya berpikir ulang tentang sebab-sebab kematian. Ajal memang tak bisa dicampuri oleh siapa pun. Tapi sebab musababnya bisa kita diskusikan. Anak teman saya itu meninggal dunia, karena kecelakaan lalulintas. Indak dapek sarampang padi batuang dibalah ka paraku indak dapak sakahandak ati kandak Allah nan balaku Khudri akan ditunggu anaknya di surga. (*) |
wildan mujahidil khudri (versi ayah)
Pulangnya Pemuda Surga; Ketika lahir sendiri (tanpa bidan) 31 Oktober 17 tahun lalu siang pukul 12.00 siang kakaknya Ghaniyyatul Khudri (yaya) meneriakkan kepadaku yang bergegas menuju rumah kami, "yah, adik yaya lah lahia, laki-laki , putih, rancak!" Aku bahagia dan bersykur, setelah ku azankan, aku buka Alquran, kutemui kalimat "Wildan Mukhalladun" terjemahannya Anak Muda Sorga Yang Tetap Muda. Hati ini tergerak mengambil kalimat itu untuk jadi nama putra ku yang baru lahir. Nama itu aku tambahkan dengan Mujahidil, dengan doa dia akan menjadi pejuang kebaikan. Kami didiklah ia dengan penuh suka cita, Wildan tumbuh dan berkembang, kami bertekad anak-anak harus dibekali dengan 'spirit' keilahian. Kami salat berjamaah, nyaris setiap waktu. Tamat Sekolah Dasar Wildan masuk pesantren Sabbihisma, tiga tahun belajar tingkat SMP Islam yang telah menanamkan dasar keilahian, test ke SMA Padang Panjang, namun lulus di SMA Cendekia, tapi Wildan memilih di SMA 2 Lubuk Basung karena sangat ingin berdekatan dengan ayah dan uminya. Selama hampir tiga tahun Wildan bersama kami, hari-hari rutinpun kami lalui, ada ceria, bahagia, ketawa, garah-garah, kadang cemberut bahkan bentakan ayah dan uminya, namun kami mengira Wildan adalah masa depanku, dia investasi kami. Sejak SMP aku sudah melebihan Wildan, masuk 10 besar di kelas IPA, tapi Wildan bukan itu prestasi Wildan yang sesungguhnya. Dia anak yang disukai banyak sahabatnya, walau awalnya aku tidak percaya dia bilang punya banyak 'fans', dia anak yang sopan dan suka senyum, suka menolong dan bersahabat lintas kelas, dia imam salat zuhur dan salat, Wildan sering mengomandoi kawan-kawan untuk salat, entah apa lagi cerita yang disampaikan kepadaku.. Diantara cerita yang mencengangkan adalah, jelang meninggalkan sekolah untuk kekantor camat Lubuk Basung rekam KTP, Wildan menyalami kawan-kawan jurusan IPS sebanyak empat kelas dan kemudian pergi sambil melambaikan tangan , daaag... Wildan Pai Lai Yo....!, Ternyata Wildan tidak pergi begitu saja, dia pamit baik-baik, termasuk dengan aku ayahnya, setiap selesai salat jamaah sebagaimana biasanya, tanganku dicium dan aku membalas dengan mencium kepala sambil memeluk tubuh mungilnya. Namun dua minggu terakhir pelukanku dibalas Wildan dengan pelukan yang penuh arti, terasa nyaman di hati ini... Wildan sayang.. ayah dan umi sangat ikhlas nak.. Allah pasti lebih sayang padamu....,Selamat Pulang Pemuda Sorga, lambain tangan ribuan? atau ratusan pelayat melepasmu bak seorang mulia nak...Sampai Jumpa... Ayah, Umi, Yaya merinduimu,, tunggu kami ya...? Syahidmu akan me lempangkan jalan semua , saudara, keluarga, sahabat, guru, semua orang yang bersimpati padamu menuju Haribaan Allah..Amiiin... Ya Rabbal aalamin..
wildan mujahidil khudri (versi kakak)
| wildan SMP |
| wildan ramadhan 2 tahun lalu |
| wildan dengan 2 dengan 2 sepupunya |
| always the way he is |
| dengan senyum nakalnya |
| wildan saudara laki-laki yaya |
| pemuda sorga |
![]() |
| Add caption |
![]() |
| his smile.... |
![]() |
| tepat 1 tahun sebelum wildan menuju penciptanya (found this in his friend blog's) |
| his last message to me |
| in his birthday |
![]() |
| status fb wildan (found it in his friend blog's) |
aku pengen Pacaraaannn...!!!!
(copas dari alif, saudaraku 1 dari 60 bintang)
Diary Perasaan Alif Terhadap Sesuatu yang Bernama Cinta
Dalam tulisanku yang perdana –dalam masalah cinta- ini aku ingin terus terang kalau aku ingin merasakan fase remaja dimabuk asmara atau lebih populer dengan sebutan pacaran.
AKU PENGEN PACARAAAAN! Tapi aku punya permasalahan dengan kalimat barusan. Pacaran bukanlah jalan yang aman untuk ditempuh, karena kita sama-sama tau kalau pacaran bukan budaya muslim dan dilarang oleh agama kita, Islam rahmatan lil ‘alamin.
Siang tadi, saat latihan Karma di Ladang Kurusetra (pentas untuk FKI 2011 di Solo), aku melihat dua pasang sejoli yang sedang bercengkrama, mereka adalah Sammy & Martina dan Ira & Oji. Sepertinya asik ya kalau pacaran. Bisa pegang-pegangan, ada yang ngasih semangat, ada yang memperhatiin, ada yang selalu disamping kita saat dibutuhkan, ada yang menguatkan saat kita sedang down, tempat berbagi, tempat melepas resah dan gundah, dan berbagai alasan (pembenaran) lainnya.
Tidak dapat dipungkiri, tentu saja sebagai pria yang normal, seorang pria yang memiki kromosom XY, aku menyukai sesosok makhluk yang diciptakan dengan kelemahlembutan dan keindahan, yaitu wanita. Tapi permasalahannya adalah bagaimana caraku untuk menyalurkan perasaan cintaku itu pada sesuatu atau seseorang, padahal kita atau kami belum punya ikatan apa-apa.
Secara teknis Islam hanya membenarkan hubungan dua insan non mahram ikhwan dan akhwat dalam satu ikatan yang disebut dengan PERNIKAHAN.
Nah, ngomong masalah pernikahan, kita juga sudah sama-sama tahu, pernikahan itu punya hukum masing-masing, dilihat dari situasi dan kondisi.
Halal apabila udah nggak tahan dan sudah mampu nafkahin anak orang Sunat jika masih mampu nahan, tapi dah tergolong mampu dalam menafkahi pasangan Makhruh jika udah kepengen, tapi belum bisa ngasih nafkah ama pasangan Dan haram jika nikah dg niat menyakiti pasangan
Jika dilihat dari sudut kemanusiaan, aku masuk ke dalam kategori makhruh, dan harus melakukan apa yang sudah dibilang dalam hadist yang diriwayatkan oleh om Bukhari:
“Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya” (HR. Bukhari)
Berarti, tentu saja aku harus berpuasa agar gejolak dalam jiwa nggak lepas kesana kemari kayak anak Alay (lho?). akhirnya ku coba untuk berpuasa. Hm... puasa ternyata ampuh juga.
Setelah nafsu ku berhasil ku kendalikan, akhirnya Alif Rahmadanil ini bisa bertahan untuk tidak pacaran. Alhamdulillah ya, sesuatu...
Tapi, pada saat hati sudah mulai terjaga, saat mata hanya tertuju pada foto yang ada di dinding kamar (lho? Kok?) saat tidak ada yang bisa menggoyahkan hatiku, Ternyata mahasiswa baru angkatan 2011 di jurusan Teater, berhasil menjebol pertahananku. Dia bernama Kresna, seorang Katholik yang taat, dan punya kepribadian yang baik.
PERLU DIGARISBAWAHI!!! Ini hanya sekedar suka belaka. Beda dengan Cinta. Kalau cinta, itu mutlak, Insya Allah,dengan izin Allah, ndak ado nan bisa manggoyahan hati wak do ka cinta wak do, dan Insya Allah ndak ado satu wanita pun yang bisa menggeser kedudukan dirinya di hati denai. Hehehe
Saat kresna masuk ke kehidupanku, rasanya biasa-biasa aja, sampai suatu ketika terjadi perbincangan antara diriku dengan seorang teman
Teman : eh, lif kamu dah punya cwe blum?
Aku : belum?
T : diantara anak baru, ada yang kecantol di hatimu nggak?
A : maksudnya? Sekedar suka gitu?
T : iya.
A : ada sih, dia tu cewek yang imut2, mungil, dan berkacamata, rajin pula
T : kresna ya?
A : iya. Tapi aku hanya sekedar suka lho...
Sejak saat perbincangan itu, di kampus, aku sering dipanas-panasi masalah Kresna. Sampai suatu hari, ternyata Kresna udah ditembak duluan oleh Rizky (Anak Etnomusikologi ‘08). Teman2 malah berpikiran aku nggak gentle karena nggak mengungkapkan perasaanku terlebih dahulu kepada Kresna sebelum Rizky mendahului. Masalah ini ternyata juga sampai ke telinga dosen... wah, parah, tiap ketemu aku langsung dikasihani gitu, soalnya “KASIHAN ALIF, CINTANYA BERTEPUK SEBELAH TANGAN”. Duh, padahal perasaanku itu nggak segitunya kalee....
Tapi hal yang berbeda kurasakan sejak aku di “angek-angekan” bersama kresna. Aku jadi sering salah tingkah di depan adik kelas yang lain.
Ck... dasar emang susah ngomong masalah perasaan ama teman yang suka ngegosip, apalagi kalau masalah suka sama adik kelas.
Jadi, aku baru saja merasakan sedikit sensasi hubungan (kalo di pesbuk terdapat istilah in relationship with...)yang sangat mengganggu jiwa.
Hikmah yang ku dapat dari kejadian itu adalah saat hati sedang bergejolak, jika lengah sedikit saja, Syetan dapat dengan mudah menarik rasa suka kepada lawan jenis menjadi NAFSU. Untuk nasfu sendiri, itu bukan hanya nafsu seksual, tapi juga nafsu untuk memiliki, nafsu ingin diperhatikan, nafsu ingin disayang, dll.
Soal hubunganku dengan Kresna cukup hanya sebagai contoh saja. lagian kita nggak se-iman kok, pacaran ama yang se-agama aj udah susah, apalagi pacaran sama yang nggak se-iman. Ya malah lebih ribet.
Tapi dalam hati yang terdalam aku tetap ingin merasakan bagaimana sih rasanya punya pacar (walaupun saat SMP udah pernah pacaran ama Nurliana selama 3 bulan). Mungkin saja Allah tidak memberiku kesempatan saat ini dan akan memberi kesempatan kepadaku untuk merasakan nikmatnya pacaran setelah mengucapkan janji suci berupa ijab kabul di depan penghulu nanti? Wallahu’alam bissawab.
YANG PENTING SAMPAI TULISAN INI DISELESAIKAN, ALIF MASIH GALAU...
HUHUHUHUHU.... TOLONG SAYA...
Kamar Kos, 11 Oktober 2011 pukul 22.46
Sambil mendengarkan lagu Sheila on 7
“PEMUJA RAHASIA”
nasehat dari ayah
Yaya sayang...
Yaya sayang... ayah masih sngat ingat, ketika pertama kali antar yaya ke Pesantren, sungguh sangat tidak tega meninggalkan yaya kecil yang baru saja tamat esde yang entah diuus oleh siapa, kecuali hanya tawakkal kepada Allah sehingga ayah dan umi mendapat keyakinan bahwa kami telah menitipkan anak kami ke tempat yang tepat. Alhamdulillah yaya kami berkembang wajar, apalagi yaya telah mampu menghafal juz 30, Alhamdulillah....
yaya hanya bisa mengusahakan sebaik mungkin
sebagai rasa syukur pada Allah
untuk ayah sebaik ayah
untuk ummi sebaik ummi
dan untuk wildan yang paling ya sayang
untuk keluarga besar yang selalu mendukung dan membantu...
untuk guru-guru yang mengajarinya tentang ilmu logika, kehidupan, dan ilmu akhirat.....
dan untuk doa-doa mereka, untuk harapan mereka, dan untuk kasih sayang mereka...
terimakasih ayah....
yaya sayang ayah....
My Little Bro
| me and bro in the middle |
![]() |
| he with his proundly jacket |













