When universal coverage does not cover universally (part 1)
Tersengat Anemon
Waktu masih bocah dulu, entah pernah baca di Bobo atau di buku ilmu buku ilmu pengetahuan khusus anak-anak yang isinya gambar semua saya tahu bahwa anemon laut itu beracun, hanya ikan badut yang sekarang ini lebih dikenal dengan nama ikan nemo sejak kartun disney ikan badut yang menjelajah samudra mancari anaknya itu muncul. Nah, berarti sejak belasan tahun lalu (kok berasa tua amat ya, haha) fakta bahwa si anemon itu beracun, saya suah tahu, dan dodolnya ketika ketemu di laut (ceritanya habis snorkling di Karimun Jawa-pamer) pas lagi foto-foto sama rumah nemo, rumahnya aku grusuk sembarangan, pas naik ke permukaan kulit tangan jadi perih dan langsung curiga sama anemon. Ternyata selidik punya selidik teman-teman yang lain juga mengeluhkan hal yang sama perih dan merah pada kuilt mereka, lebih parahnya lagi yang kena kulit paha yang emang lebih sensitif dibanding tangan. Salah sendiri ngapain berenang pake celana pendek, pake gamis noh, muehehehe.
Sebagai mahasiswa kedokteran yang sudah lulus, tapi belum disumpahi jadi dokter, kita berlima mearasa sangat dodol karena tidak bawa obat apa-apa untuk hal-hal seperti ini. Rata-rata hanya membawa paracetamol sama antimo. Daan, dodolnya lagi kita juga gak tau mau ngasih apa kalau disengat anemon, hahaha akhirnya dengan berbekal rasa malu, google dan harapan buat main ke laut lagi saya mencari hal-hal yang berhubungan dengan penangan pertama pada sengatan hewan-hewan laut.
dikapslok ya biar jelas inti ceritanya apa
PENANGANAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LAUT (gk kecelakaan laut juga sih, ini biar keren aja)
TERSENGAT ANEMON
Ini nih yang sudah membuat kulit kita muncul bruntus-bruntus perih mencurigakan, merah atau ungu. Gejalanya bisa cepat atau delayed, juga harus diperhatikan jenis makhluk yang menyengat, karena toksinnya berbeda-beda tiap spesies
tanda-tanda yang sama akan muncul pada tersengat ubur-ubur atau tentakel lainnya, kalau mau nyari secara ilmiah kata kuncinya 'Cnidaria envenomation', kalau medscape bisa liat disini http://emedicine.medscape.com/article/769538-treatment#d9
Reaksi muncul diakibatnya oleh nematokista yang di eksosotosis dari tentakel tersangka.
Untuk pentalaksaan sementara dapat menggunakan cuka atau asam asetat 4-6% pada daerah yang terkena selama paling tidak 30 detik. Merendam dengan air hangat pada suhu 40-45 C selama 20 menit juga dapat mengurangi gejala akibat C barnesi and Physalia (itu sejenis ubur-ubur) . Tidak disarankan menggunakan urin, ethanol, methylated spirit.
Kalau ada tentakel yang nempel, gunakan cuka atau cabut dengan forcep. harus diperhatikan apabila tentakelnya masih hidup, karena toksin nya masih akan keluar sampai beberapa jam kedepan.
Apabila yang muncul hanya berupa gejala lokal, yang mana symptomnya biasanya mild, dapat digunakan salep. Bersihkan dahulu daerah yang terkena dengan air laut, oles tipis salep hidrocortisone 2.5%, sampai gejala hilang, apabila setelah 2-3 hari tidak hilang, sebaiknya cari pertolongan medis. Apabila tidak tersedia, dapat meminum MP atau dexa, tapi obat-obat ini tidak untuk dikonsumsi jangka panjang, hanya untuk menghilangkan efek inflamasi. Untuk nyeri dapat menggunakan PCT, atau ibuprofen.
bagi para petugas medis, terutama dokter intership yang mencari lokasi iship dekat pantai agar bisa sekalian liburan, dan dengan sialnya lagi jaga di IGD, hal yang harus anda perhatikan adalah
- Tentukan tingkat keparahan, apakah pasien me(merlukan alat bantu kardiovaskular atau tidak
- Apakah tentakel sudah dilepas
- terapi apabila terdapat reaksi anafilksis degnan ABC dan efinefrine
- wound care dan AB profilaksis
- Baking soda efektif terhadap sengatan sea nettle (Chrysaora quinduecirra)
- ATS TT
- antihistamin dan salep corticosteroid untuk keluhan gatal
Ya ampun, anemon ama ubur-ubur aja, habis 2 halaman
selanjutnya,
2. Bulu Babi/ bulu landak/ sea urchin
Makhluk seperti rambutan busuk ini mempunyai duri sebagai mekanisme pertahanan mekanis dan juga dapat mengeluarkan racun dari sisa duri yang tertinggal. pastikan bulu babi tercabut dari tubuh yang terkena, hati2 apabila hendak melepaskan duri yang tertancap, gunakan sarung tangan atau alat bantu. Menghancurkan duri menjadi partikel kecil dengan memukulnya pada benda keras akan membantu tubuh untuk menyerap duri, untuk mempercepat proses penyembuhan.
- Untuk pertolongan pertama, dapat diberkan amonia cair, apabila tidak tersedia, dapat digunakan amonia yang terkandung dalam air kencing. Disarankan untuk menggunakan air kencing pasien/korban, karena jijik kalau pake air kencing orang lain.hehe. Cara penggunaannya tinggal disiram, namun tetap disarankan untuk segera melakukan perawatan ke pelayanan kesehatan unutkmencegah infeksi sekunder
- berikan TT
- gunakan air hangat untuk meredakan nyeri. Air hangat ( 114 F atau 45 C, tidak kurang) juga dapat mngurangi efek toksin.
- apabila terdapat luka, beberapa sumber menyarankan untuk memberikan tekanan untuk menghentikan perdarahan, dapat menggunakan compression bandage
- dapat menggunakan analgesik topical untuk mengurangi nyeri dan AB topical seperti gentamisin untuk profilaksis
referensi:
http://emedicine.medscape.com/article/769538-treatment#d9
Rumah Sakit
I used to hate hospital, paling tidak ketika sudah mengenakan toga S.ked, bagi saya rumah sakit masih tidak menyenangkan.
Dulu bocah kecil kurus ini memang lumayan sering sakit, sekali dua kali terpaksa harus menginap di rumah sakit, dengan diagnosis thypoid. Merasakan malam di rumah sakit yang mengerikan, dan makanan rumah sakit yang lebih mengerikan lagi ditengah tubuh yang lemas karena kalah perang melawan kuman salmonella. Selanjutnya, entah kenapa setiap demam tinggi (yang selalu datang ketika malam dan baikan pagi harinya), diikuti dengan gangguan pencernaan, juga batuk pilek ringan saya hanya dibawa ke tempat praktek dokter terdekat dan bed rest di rumah. Sejak itu saya mulai merasa asing dengan suasana rumah sakit. Setiap menjenguk kerabat ke rumah sakit, setiap melihat tulisan 'anak berumur dibawah 7 tahun dilarang masuk', saya merasa rumah sakit bukanlah tempat yang bersahabat untuk manusia , apalagi anak-anak.
(skip)
Tiba2 waktu membawa saya kesini, mempelajari ilmu tentang manusia dan bagaimana caranya untuk memperbaiki kualitas hidup manusia terutama dari sisi kesehatan. Tidak mutlak memang, namun lebih dari 50% kemungkinan masa depan saya akan berada di rumah sakit berinteraksi dengan pesakit dengan jutaan kuman yang bertebaran disana. Dimulai dari sekarang, meski baru berperan sebagai asistennya asisten. Tidak secara langsung berhubungan dengan pasien, namun hampir setengah dari 24 jam jatah bernafas saya dalam sehari dilakukan di rumah sakit (ditambah dengan porsi jaga malam) ada sisi baru rumah sakit yang saya tangkap.
Rumah sakit ternyata bukan hanya tempat para kuman bertebaran (seperti yang saya kira dulu), tapi disana ada harapan. Harapan untuk kesembuhan dari keuarga pasien untuk orang-orang yang mereka cintai yang terbaring lemah di bed rumah sakit.
Disana terlihat besarnya pengorbanan orang tua menunggui anaknya yang sakit, berhari2 bahkan berbulan-bulan melupakan fisik mereka sendiri yang juga lelah.
Disana terlihat bagaimana seorang anak membuktikan baktinya pada orang tua mereka yang renta, terbaring sakit, saat mereka anak-anak yang sudah dewasa itu mempunyai kehidupan sendiri dengan keluarga kecil mereka mereka tetap merawat orang tua dengan rasa sayang dan hormat yang tidak dikurangi dengan semua masalah keuangan, waktu dan anak2 mereka yang masih kecil dan ditinggal dirumah.
Di rumah sakit sering terlihat wajah dengan kesedihan mendalam, wajah2 kehilangan yang tidak rela kehilangan, penyesalan, atau yang berusaha tegar meski dengan air mata di pelupuk mata, wajah2 yang berduka.
Tapi juga ada wajah yang berseri bahagia, memandang penuh kagum menyapa makhluk kecil yang telah mereka nanti selama 9 bulan, seorang laki2 yang terlahir kembali sebagai seorang ayah menyenandungkan azan dengan canggung di samping makhluk kecil yang terdiam bingung di dalam inkubator. Haru.
Ada perjuangan demi antrian peringanan biaya rumah sakit, bersaing antrian dengan pasien lain demi bpjs yang sistemnya masih terlalu muda untuk dikatakan bagus.
Ada kesenjangan status sosial yang membedakan fasilitas dan pelayanan yang didapat. Miris memang membandingkan ward kelas terendah yang seperti pasar dengan ward kelas tertinggi yang seperti kamr hotel berbintang, di bawah satu atap rumah sakit yang sama. Sebuah pr besar bagi sistem dan pelayanan kesehatan Indonesia.
Di rumah sakit terjadi banyak peristiwa besar dalam kehidupan manusia, lahir, melahirkan, dan kematian. Hanya pernikahan yang tidak dilangsungkan disana (kecuali bagi fachri dan maria di buku aac-nya habiburrahman😁).
Hal kecil yang bisa membuat saya bersyukur bisa menyaksikan semua itu. Alhamdulillah.
Koas anak- Tak Tergantikan#2
Koas anak- TAK TERGANTIKAN #1
Koas anak-TAK TERGANTIKAN #intro
Coffe for wound care management
Waktu itu jelas saya tidak mengerti kenapa, tampak luarnya malah menjadi lebih mengerikan, luka yang kadang bernanah malah ditambal dengan kopi yang warnanya hitam pekat. Ternyata hari ini saya mengetahui ternyata kebijaksaan turun temurun yang saya kira hanya sekedar mitos. Kopi mempunyai efek terapeutik yang bagus untuk mempercepat proses inflamasi
Posted via Blogaway
Al-buruj
https://www.evernote.com/shard/s308/sh/2cbdfdb6-8009-4282-b403-6f77bee91f96/1c4bc4619657bd9035701b20b1069af4
Posted via Blogaway
@rangergirang13
Gadis kecil dan mukena
Menjadi seorang muslim itu menyenangkan, tersedia 'rest time' tiap harinya, 5 kali sehari. Sudah ditimming pas dengan puncak derajat boring manusia.
Sore itu, setelah perjalanan yang begitu melelahkan, Sebuah keluarga kecil mendarat dengan sempurna di halaman mushala sederhana di tepi jalan. Oh ya, mereka melakukan perjalanan di daerah yang tidak mempunyai rest area kayak tol sepanjang banten-cileunyi, tapi sepanjang jalan tersedia mesjid dan mushala yang bisa digunakan untuk melakukan ibadah bagi kaum muslim.
Setelah menyucikan diri dengan berwudhu', menenangkan diri dengan sholat gadis kecil dalam keluarga itu kembali melipat mukena yang ia kenakan, dan meletakkan nya kembali di atas sajadah tempat semula mukena tersebut.
Tapi ummi menegur gadis kecilnya, kenapa tidak meletakkan mukenanya ke dalam lemari, tempatnya seharusnya.
Gadis kecil itu berkerut, baginya meletakkan sesuatu kembali pada tempat yang sebelumnya sudah cukup.
"Meletakkan mukena kembali ke tempatnya adalah hal sepele yang mengandung rasa terima kasih setelah menggunakan mukena yang tersedia di mesjid"
Gadis kecil itu tertegun, ternyata prinsipnya bahwa 'meletakkan kembali sesuatu di tempat sebelumnya' masih kalah gaul dari 'meletakkan pada tempatnya'.
Apabila sanggup membalas sebuah kejahatan dengan kebaikan kenapa harus membalasnya dengan kejahatan kembali? Bukankah lebih dianjurkan untuk berbuat lebih baik.
Ramadhan
Tersebutlah seorang anak kecil yang selalu mengikuti ayahnya berpergian. Setiap hari dia diberikan jatah jajan. Setiap tahunnya terdapat satu bulan dimana sang ayah memberikan kesempatan bagi anaknya untuk membeli apa saja, apapun yang dimintanya diberikan tanpa terkecuali. Tapi sayang setiap tahunnya di bulan itu ayahnya selalu mengajaknya berpergian ke tempat yang jauh. Meski mengetahui kesempatan emas di bulan itu sang anak lebig sering memilih istirahat menghilangkan rasa lelahnya. Dan tanpa terasa sebulan telah berlalu tanpa ia sempat meminta banyak hal... Marhaban ya Ramadhan.. biarkan aku menjamu mu dengan sebaik-baik jamuan
Merantau
Dadiah...? apa itu?
Randomly, berselancar di dunia maya tiba-tiba menemukan kata-kata 'dadiah', di kolom pertama hasil penemuan search engine.
apa itu dadiah? kok familiar sih? http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/05/21/470/155517/Dadiah-Yoghurt-Ala-Minang.
setelah dibaca oh ternyata itu makanan...
ya...ya..ya
saya memang pernah melihat benda seperti itu di pasar tradisional di desa saya, dijajakan beberapa biji.
saking penasarannya, tiap melihat benda itu saya selalu bertanya pada ummi karena selalu lupa. dan jawaban ummi akan sama. 'oh, itu dadiah, fermentasi susu kerbau, ya mau nyoba?' mendengar kata kerbau ya agak ngeri dan langsung menggeleng dan melupakan makanan bernama dadiah itu dengan cepat.
makhluk bernama dadiah itu disimpan dalam tabung bambu yang ditutup plastik, tampilan luarnya sama sekali tidak menarik perhatian ya waktu itu. nama dan asal mulanya pun tidak menarik, sehingga meski penasaran bagaimana rasanya, tidak sedikitpun tertarik untuk mencoba.
| http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTkMOBx_BOnOjpp4RQTYCj97NhDJ3HL788jgIxX4y8HBeRfJDsXBA |
sepenuhnya saya sadari masih banyak makanan, budaya, dan karakter minang yang tidak saya jumpai ketika saya masih berkeliaran di tanah minangkabau. mungkin budaya yang emang makin memudar karena perkembangan zaman, atau emang saya yang tidak mau tau. saya baru tau yang namanya randai itu di SMA selama ini hanya tau dari buku BAM tentang randai dan gerakannya, dan masih
gak mau berada di posisi yang konyol, akhirnya saya menambahkan list keinginan kalo pulang ke rumah --> "makan dadiah", tapi kayaknya pengen yang udah diolah dikit deh..
hehehehe
![]() |
| http://www.google.com/imgres?q=dadiah+minangkabau&um=1&hl=id&biw=1366&bih=624&tbm=isch&tbnid=0yvuIPB3lK9Y0M:&imgrefurl=http://h4nk.blogspot.com/2012/11/makan-dan-minuman-khas-ranah-minang.html&docid=gKfAQCW63mi6NM&imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVvseCtjb4WZD_pNkTDfAFaLbyVLC2cnP-0b0X5xUHI5t3mEd1GBRhqMkGlQxuQOT4KTfTrlvvo2IH1SlVpF_9CHgcIcAM7UiWKyhAjVga2_A4_oekLAHkWdFm5FaEakuyOuQvs7zGOruO/s640/ampiang-dadiah.jpg&w=640&h=480&ei=xF6lUeyuHMnQrQeLw4CYCg&zoom=1&ved=1t:3588,r:5,s:0,i:94&iact=rc&dur=441&page=1&tbnh=186&tbnw=242&start=0&ndsp=18&tx=78&ty=77 |
| http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&docid=glg2oQnel7MrlM&tbnid=eLMOls2HcCbKhM:&ved=0CAgQjRwwAA&url=http%3A%2F%2Fwww.padangmedia.com%2F13-Berita%2F79106-Es-Cream-Dadiah.html&ei=3l6lUf-CB4OmrQeNk4DgCw&psig=AFQjCNHiTMmT3V1tmtwLwtCmHCF7JsD_aA&ust=1369878622207106 |
Dimarahi
Tadi siang dimarahi dosen pembimbing gara2 gak bisa menjawab pertanyaan 'apa itu premis?' berusaha mengingat dan akhirnya tetap gak ingat.
Dilihat dari segi manapun seperti nya saya emang dimarahi sih... tapi anehnya selain rasa takut ada sebuah rasa lain yang gak terlalu saya perhatikan. Ternyata saya SENANG sodara-sodara. Senang dalam artian sebenarnya. Setelah dipikir-pikir ternyata ya emang udah lama banget ngerasa dimarahi. Entah mungkin karena kesalahan ya gak keliatan, atau karena disini orangnya marahnya terlalu lembut jadi ya gak nyadar kalo lagi dimarahi. eh gak ding, kalau namanya marah sih, mau orang jawa atau orang batak yang marah tetep aja marah. Meski derajat kagetnya beda
Marah dalam artian orang yang memarahi selain merasa ingin marah, dia juga merasa kalau yaya perlu dimarahi. Bukan sekedar marah seperti kucing yang keinjek ekornya, kalau kayak gitu mah, gak perlu dimarahi dosen juga ada, tapi perasaan yang muncul paling ya maaf dan merasa bersalah. Tapi entah kenapa ketika dimarahi dosen tadi perasaan sama kayak dimarahi Uztadzah kalau masih belum bangun jam setengah lima, kayak dimarahi istri kepala sekolah SMA kalau ribut di jam efektif belajar, kayak dimarahi ayah kalau sakit gara-gara telat makan atau telat sholat.
Ternyata marah itu punya bermacam outcome bagi saya, semakin orang itu berniat baik, semakin tajam perasaan yang datang ketika dimarahi.
#ternyata premis memang belum pernah diajarin. pernah diajarin di SRC tapi masih terlalu superficial dan saya belum terlalu ngerti saat itu... huhpt
srikandi
lagi , 48 menit dengan ummi…
berjuang
(bdg,190112)Taman ilmu di kaki bukit pinggiran kota
Beberapa hari lalu iseng ngutak ngatik timeline sendiri di fb. Ini nih manusia dengam tingkat ke kepoan hampir mencapai 0, jangankan stalking timeline orang lain.. timeline sendiri aja gak disentuh2. Akibatnya banyak pertanyaan, ucapan selamat.ulang tahun dan tulisan2 lain yang mampir ke blog dan membutuhkan jawaban terabaikan begitu saja. Saat sadar hal itu tentu aja merasa bersalah, selain ucapan selamat ulang tahun yang tidak dibalas, apalagi salah satunya dari guru ya jaman sma dulu yang udah banyak banget ngebantu yaya dalam extrakurikuler S3I dulu.
Dan satu lagi komentar dari seorang yang mampir ke dinding akun yaya, sempat membuat neurotranmitter menyampaikan sebuah informasi dalam waktu seperrrrr milidetik. Membuat bayangan2 memori kenangan 8 tahun silam.
Setelah 3 bulan mendulang kehidupan di Sekolah Menengah Atas negeri dekat rumah, yang deketnya bikin pengen pulang tiap istirahat yang cuma 15 menit, Ya 'disarankan' untuk pindah ke pesantren. Kata ummi bocah kurus baru lulus SD itu gak mau buat dipesantrenin pada awalnya. Dan sampai sekarang gak ingat apa ya bener2 mau masuk pesantren atau dihipnotis sama ummi, saking blank nya saat itu.
Saat dibarang2 ya dipack ke koper, kayak hampir semua isi kamar ya dipindahin ke koper itu yang akhirnya gak muat di lemari pesantren yang ukurannya segede kulkas satu pintu yang waktu itu tingginya cuma sedagu. Atau saat belanja kebutuhan sehari2 di supermarket, satu trolli penuh buat sendiri hal yang sebelumnya gak pernah terjadi. atau saat masuk asrama yang ruangannya dipenuhi kasur, lemari dan anak2 tak dikenal. Dan kesadaran baru sudi balik ke dalam pikiran saat ekor mobil menjauh dengan yaya yang hanya melihat sendiri dengan ustazah yang sebelumnya pernah ya kenal sebagai murid ayah, tapi tetap saja gak ya kenal sebelumnya. Semua yg pernah diasramain atau ngekos ditempat yang jauh dari rumah tanpa kenal.seorangpun disana, dan saat itu mata ya sempat berkaca2 menahan air mata yang entah kenapa memberontak ingin keluar dan beberapa hari kemudian menyesal sempat berkaca karena diketawain ustazah ketika ditelpon ayah.
Aneh... bener2 serasa orang asing disana. semuanya berbahasa indonesia, padahal biasanya ya pake bahasa minang sehari2 dan senior2 menggunakan bahasa gado2 arab inggris. aneh saat mendengar salawat yang dilantunkan oleh suara2 cempreng anak SMP.
Saat berjalan kemesjid yang pastinya dipenuhi oleh santri bermukena lengkap melantunkan tilawah, menambah atau mengulang hapalan dengan suara yang keras, seperti yang disarankan oleh Pak Haji, pemimpin ponpes yang baik dan tegas. Profil beliau persis seperti pak haji di komik2, berkopiah berjanggut putih dengan setelan koko berwarna putih lengkap denga sarungnya.
Kelas dimulai setelah ceramah sehabis shubuh selesai, dengan mukena, alquran dan wajah pagi yang ngantuk kita berjalan setengah ngantuk ke ruang kelas. Masih sangat pagi lho saudara2 bahkan terkadang langit masih menyimpan bintang karena matahari masih terlelap.
Setiap pagi memang selalu ada kelas tambahan, seperti belajar percakapan dalam bahasa arab, muhadarah, tahfiz, atau sekedar disemangati secara langsung oleh pak haji. Kadang ketika kami usil dan lagi ngantuk, semua santri tidur dikelas, menutup pintu dan mematikan lampu seolah2 kelas masih kosong pagi itu. dan taktik itu selalu gagal.
Oh ya dipesantren santri perempuan dipisahkan dengan laki2. panggillannya santriwati dan santriwan. Kita gak pernah bertemu kecuali saat acara milad ponpes yang diadakan sekali setahun di salah satu.gedung pertemuan di Padang.
Jadi baik itu ruang kelas, laboratorium biologi, komputer, perpustakaan, kantin, disediakan terpisah dan mesjid hanya mesjid yang digabung tetapi dihijab 2.5 meter.
Saat Yaya masuk kita sekelas berjumlah 12 orang dan suasana dalam kelasnya menyenangkan. Karena setiap kita saling mengenal satu sama lain seperti saudara bahkan dengan ustadz ustadzah pun kita dekat seperti kakak adek. Tidak ada suasana mencekam dengan guru killer yang y temukan di SMA.
Masa' di hari pertama sekelas ngambek sambil munggungin ustadznya selama beberapa detik karena protes Yaya banyak ditanya2 sebagai anak baru.
Dipesantren gak ada senioritas kyak sekolah lainnya. kita tetap hormat, tapi persis seperti pada saudara perempuan kandung, juga bisa berantem seenaknya. Di pesantren itu kayak gak ada beban. Tergambar dari wajah ceria anak2nya, canda tawa mereka. Dan hal itu baru ya sadari ketika bertemu lagi setelah berpisah 3 tahun di walimatul 'ursy seorang kakak kelas di pesantren.
Setiap sore ada muhadarrah berbahasa inggris atau arab. Suatu hal yang meski saat pelaksanaannya tidak terlalu menyenangkan, baik sebagai yang muhadarrah atau yang mendengarkan bagi saya yang gak hobi duduk tenang dan mendengarkan dalam waktu yang lama tapi saat udah gak dipesantren lagi manfaatnya kerasa banget, misalnya saya jadi lebih biasanya ngomong didepan umum dll deh.
Malamnya sehabis maghrib. Kegiatan dilanjutkan seperti sehabis shubuh sampai waktu isya' masuk. setelah isya' kegiatan mandiri dan lampu dipandamkan pada jam 9.30 dan esoknya hari kemnbali dimulai pada.jam 4 pagi.
Semuanya diatur kecuali pada hari minggu yang paginya goro dulu dilanjutkan dengan kegiatan ekstra biasanya sih menjahit yang prosesnya lamanya kebangetan dr bikin pola sampai selesai pakaiannya udah kekecilan karena saking lamanya.
Semua rutinitas itu menyenangkan bagi saya. Meski banyak yang menyebut nya sebagai penjara suci saking terkurungnya, terpencil di kaki bukit pinggiran kota ( kalo kata teman2 SMA ) dan gak bisa kemana2. Ya sama sekali tidak terpenjara, karena sejujurnya disana jiwa ya bebas, masih banyak hal yang masih ingin saya ketahui di setiap sudut tanah pesantren yang berhektar-hektar itu.
Sabbihisma Rabbikal a'la, Sucikan nama Tuhanmu yang maha tinggi. Semua pengalaman itu terlalu berharga untuk dilupakan. Disana saya belajar tentang pencipta saya, mendalami alquran dan bahasanya, mempelajari manusia dan prilakunya, mengenal alam yang luar biasa. Atas semua itu meski belum ada tulisan tentang pesantren disini ya gak akan pernah lupa pengalaman 2.7 tahun disana.
Terkhusus buat sahabat2 ponpes, lewat tulisan ini Yaya kirimkan terima kasih, salam rindu dan kenangan yang terbentuk dibalik pagar pondok pesantren di kaki bukit itu.
Maaf dan Terima kasih
"Yabo aku perhatiin jarang ya muji orang"
Sore itu kembali terngiang-ngiang komentar seorang sahabat jaman sekolahan dulu dengan logat melayu pontianaknya. Jawabanku saat itu hanya "O ya?" sambil sibuk recall memori di otak, dan setelah itu nyengir tanda setuju.
Dan pernyataan itu masih berlaku sampai sekarang. Soal puji memuji orang saya sama sekali bukan ahlinya. Eh, tapi bukan masalah sombong atau gak, entah kenapa mulut ini jarang banget muji meski hanya sekedar bilang 'keren', 'bagus', 'hebat'. Sekali-kalinya muji itu pasti benar-benar dari hati.
Kemarenkan ceritanya, habis evaluasi, kesan, saran di akhir kepengurusan. Meski sadar yang banyak salah dan berbagai macam hal lainnya. Apa daya yang tertulis dan terucap hanya evaluasi dan saran lupa minta maaf apalagi terima kasih.
Padahal setau ya, mulut ini pengen bilang terima kasih buat semuanya, buat teteh yang ngajarin buat fokus, disiplin, teratur, tegas bantu mecahin masalah dengan kalem dan bijaksana. Maaf y teh kalau aku sering kadang-kadang keras kepala kalau diingetin. Atau buat mamah yang selalu lembut kalem dan rempong, suka banget pasang wajah menyemangati dan ngepuk-puk tiba-tiba padahal lagi gak ngapa2in dan dibalas sewot sama akunya. maaf ya mah, udah beberapa kali sewot begitu (hehehe peace). juga maaf kalau ternyata ya udah jadi taukhty yang buruk, gak ngeh kalo mamah juga lagi rempong dan kerepotan akan banyak hal. Juga buat teman yang selalu nemenin yang satu itu, yang udah jadi controller tiap jiwa dan raga ini udah mulai keluar jalur (eh), pokoknya kalau kata saya ini (tenang, dan istiqomah??) pasti itu keliatanya pas lagi deket2 atul, sejenis dikasih sedasi gitu pake pelototan. Sekaligus partner in crime kalau lagi sama-sama aneh. Maaf ya tul, kalau dibilang sering sradak sruduk yaaa makhluk yang paling sering kena seruduknya ya dia. Bisa keinjeklah, kegencet lah, kelindes lah.
Juga buat Pak ketua yang sering banget gak diwara' sms buat syuro, sering telat, gak ngerjain tugas, atau sering sibuk mainin HP pas lagi syuro. Well, sebenernya ya lumayan banyak salah nih sebagai jundi. Makasi karena gak pernah dimarahin (atau sebenernya pernah tapi gak pernah ngerasa), udah jadi ketua yang baik, selalu berusaha ngelucu biar syuronya gak bosen meski kebanyakan garing. Buat Om partner nya pak ketua (kita seringnya nyebut gitu soalnya kalo jalan berdua, mereka kayak bapak-bapak, sama om-om). Hmm sebenernya merasa gak punya salah sih sama Om yang satu ini. Hehehe kepedean padahal kalo rapat jarang lapor dulu, make sekre, suka nyusahin tanpa sadar lagi nyusahin orang dan susah banget dimintai uang buat bayar jaket, padahal dp doang. Termasuk anggota tim yang sering 'terlihat' galau, meski jarang terlihat raganya kalau lagi syuro. Yang gak pernah ya sapa kalo lagi papasan, padahal satu tim -__-". Trus buat partner di departemen yang meski sering banget miskom, tapi tetep bisa jalan. Ngajarin banyak hal dan selalu berapi-api memotivasi, selalu punya banyak ide tapi kadang gak di follow up (atau sayanya yang gak tau.... :| ). tapi overall keren lah, meski kegiatannya banyak banget, tapi tetep sukses di semua yang banyak banget itu, termasuk di Asy-Syifaa'. (eh nyebut merek)
Ya udah segitu doang sih permintaan maaf dan terima kasihnya, gak usah panjang-panjang juga kali yeee. Capek juga nulisnya. padahal kemaren punya kesempatan diomongin langsung tapi dasar ya gak improntu mikirnya kelamaa. Dan ini deh hasilnya.
by the way..
terima kasih semuanya buat setahun ini. Ya bener-bener belajar buanyakkkk hal..... semoga setiap usaha kita semua setahun belakang diridhoi Allah, dihitung sebagai amal ibadah.
bagiku manusia
bagiku selalu menyenangkan memperhatikan gerak gerik manusia. melihat ekspresi wajah mereka yang berbeda2. Melihat mereka berjalan beriringan tapi dengan tujuan yang berbeda atau dipagi hari melihat anak2 berseragam dengan tas besar warna warni dipunggung berjalan dengan gerombolan mereka. Melihat pegawai-pegawai dengan seragam kantor mereka, dengan tas kantor mereka yang khas. Pedagang yang menggeliat membuka warung. Mobil-mobil yang berjalan dengan pengendara yang entah akan menuju kemana..
Kau pasti sering melihat semua hal tadi.. hal yang sangat biasa bukan? tapi di mata ku itu luar biasa.
dibalik setiap ekspresi wajah itu tersimpan hal2 yang berbeda, sedih, senang, kecewa, berharap. dan dibalik gerakan mereka ada tulang yang digerakkan oleh otot yang mendapat kiriman perontah berupa aliran listrik akibat perpindahan elektron dari sel.ke sel lainnya dalam waktu seperrr.... detik. ada jantung yang berkontraksi seirama, membuat seluruh pembuluh arteri berdenyut. Seiring dengan aliran darah setiap jaringan setiap sel dalam tubuh mendapatkan jatah makanannya masing-masing. Dan lambung ikut berproses mencerna sarapan, dengan enzim2 pencernaan. Memecah dan membentuk molekul baru menghasilkan sumber energi untuk semua aktivitas tubuh.
Otak sebagai pusat dari semuanya sibuk. Menerjemahkan informasi tang didapat oleh pancaindra, mengubah pantulan cahaya pada benda menjadi penglihatan membongkar lemari,memori dan menerjemahkan benda yang tinggi itu sebagai pohon, begitu juga dengan telinga, mata,.hidung dan indra lainnya.
Dan saat semua nya terjadi manusia itu hanya sedang melangkah satu kakinya, tidak merasakan apa2. Tidak heran dengan mobil yang melintas didepan mereka, tidak merasakan betapa nikmatnya udara yang mereka hidup tanpa peduli betapa kembang kempisnya paru2 memompa dan menyaring udara2 itu dalam kapiler2.
Terlalu ribet kan? riweuh kalo kata orang sunda. tapi saat itulah aku bersyukur pada Tuhanku. Dia yang mengatur semuanya agar terlaksana. bukan, hanya satu manusia.. tapi semua yang ada dunia tak luput hewan dan tumbuhan, termasuk makhluk ghaib yang organ tubuhnya ghaib juga.
Dan setiap sel dalam tubuh yang ada saat ini menjadi pengingat setiap aku mulai melupakan kerja keras membuat jantung ini tetap berdetak, mata ini bisa melihat, dan otot ini tetap bergerak.
"dan nikmat Tuhan mana lagikah yang kau dustakan?"







